kala redam rontak sendiri dalam gelap
penantian tiada akhir
melamun membunuh hati
saat tiba cinta indah
kala bunga mulai mekar
musim yang tiba muram
mengganti dengan layunya
air mata berbaris
hati tertunduk
melihatmu pergi
berjalan menjauh
tingalkanku
ah..,
aku yang terlalu.
Hidup adalah kata. Hidup adalah waktu. Hidup adalah bahasa. Hidup adalah kehidupan. Hidup.... adalah deru nafas kerja yang menghasilkan sebuah 'MASTERPIECE'
Jumat, 06 September 2013
Sajak Cinta
cintaku kepadamu belum pernah ada contohnya
cinta romeo kepada juliet si majnun qais kepada laila
belum apa-apa
temu pisah kita lebih bermakna
dibandingkan temu-pisah Yusuf dan Zulaikha
rindu-dendam kita melebihi rindu-dendam Adam
dan Hawa
aku adalah ombak samuderamu
yang lari datang bagimu
hujan yang berkilat dan berguruh mendungmu
aku adalah wangi bungamu
luka berdarah-darah durimu
semilir bagai badai anginmu
aku adalah kicau burungmu
kabut puncak gunungmu
tuah tenungmu
aku adalah titik-titik hurufmu
kata-kata maknamu
aku adalah sinar silau panasmu
dan bayang-bayang hangat mentarimu
bumi pasrah langitmu
aku adalah jasad ruhmu
fayakun kunmu
aku adalah a-k-u
k-a-u
mu
Blacksight Production
Hollaaaa..... how are u guys?? mudah2an dalam keadaan ganteng dan cantik selalu. amin. haha. *doa kepedean*
Maap ya gue jadi jarang-jarang posting gini. Lagi gak jelas dengan kehidupan yang gue jalanin. Terlalu have fun diluar sana bro.. haha (lagian pasti lo gak nyariin gue ya...) *lagi lagi kepedean*. Biasanya hampir tiap bulan gue memposting beberapa celotehan gue, sekarang jadi super jarang. Ngerasa otak kekikis juga sih karena makin jarang nulis haha. but at lease, gue masih cinta kok sama dunia nulis menulis... entah sampai kapan. Ya walau pun planning novel yang gue bikin selalu mandek ditengah cerita, tetep aja gue belom jera untuk menulis lagi dan lagi. Seenggaknya gue nulis pengalaman-pengalaman pribadi lah, yang penting nulis! ya walupun (lagi) lo gk tertarik sama pengalaman pribadi gue. Gue pun nulis untuk konsumsi sendiri kok, gak ada yang baca blog gue juga gak apa apa. :) *senyum miris padahal* haha.
Oia, berhubungan dengan tulis menulis lagi nih, beberapa hari yang lalu gue dapet kabar segar. Salah seorang rekan semasa kuliah ngehubungin gue untuk mengajak produksi film pendek alias short movie. Oke, sebelumnya gue pernah beberapa kali kerja sama dengan dia dalam hal produksi karya video shoot. Entah itu iklan, sketsa dan lain-lain. gue sih ngerasa klop juga selama pernah bekerja sama bareng Toni (nama temen gue itu). Tek tok nya adalah gitu antara ide gue dan ide dia. haha. Dan semalem, jangkrik (ryan), temen gue juga yang ikut diajak Toni untuk bergabung kedalam tim membuka obrolan lewat grup di aplikasi WhatsApp. Nama grupnya saat itu masih "no name production". dan pembahasan pertama yang kita bahas ya mengenai nama Production yang mau kita pake aja..
Gue, Jangkrik, Toni saling memberi ide, sebenernya sih gue ama Toni doang. Jangkrik cuma nyaut-nyautin. haha. "Matama Production aja, Ta" kata Toni di sela-sela obrolan.
"Apaan tuh Ton?" gue nanya.
"Mata Pertama. ya filosofinya kita tuh bakal menarik atensi penonton pada pandangan pertama gitu.."
"Gimana kalo pake nama yang sedikit britis... inggris gitu.. haha."
"wah.. inggris bole tuh." Jangkrik tiba menyela pembicaraan..
bla bla bla blaa....
Obrolan terus memanjang sampe akhirnya gue memberi ide beberapa nama, mulai dari First Night Production dan Blacksight Production.
Kenapa First Night? oke, ini emang sedikit ambigu sih namanya.. makna ganda. alam pertama brooo.. hahha. Tapi niat gue emang bukan mengartikannya "malam pertama" kok. Karena dalam sebuah seni pertunjukan teater, awal atau hari pertama dimana sebuah pertunjukan di gelar ya di sebutnya First Night. Awal Pertujukan. Pertujukan Perdana. Bukan malam pertama loh haha.
Dan akhirnya, Blacksight yang dipilih Toni dan Jangkrik, Blacksight itu berati Mata senapan yang siap membidik lawan. Filosofinya, kita sebagai Production House baru, siap membidik target-target (market) dari karya yang kita bikin. Ya, mudah-mudahannya itu apa adanya. amin. Jujur sih gue lebih suka nama First Night. Lebih terkesan nakal. haha. tapi ya gpp lah Blacksight.
Seneng rasanya mau memulai lagi segala kegiatan yang dulu sempet gue gila-gilain. Produksi film pendek, iklan, sketsa, klip, foto, aaahhh... itu angin seger buat gue.
Gue sih gak ngerasa itu passion gue. Apalagi gue lbh sering diposisikan sebagai scriptwriter. Nulis kan just hobi gue, bukan passion deh kyknya. Soalnya gue gak pernah merasa berbakat buat nulis. haha. Tapi gue cintaaaa dengan kegiatan yang satu ini. Kalo boleh gue urutin hal apa yang paling gue suka dari yang nomor satu sampe ke5, ini dia urutannya ;
1. Ngelukis
2. Ngegambar
3. Ngopi
4. Nulis
5. Traveliiiiiiiiiiiiiing !! :p
Dan semuanya bakal sering gue lakuin bersama kawan-kawan Blacksight Production nantinyaaaaa.... hahaha. yakin bgt dah gue! :)))
Maap ya gue jadi jarang-jarang posting gini. Lagi gak jelas dengan kehidupan yang gue jalanin. Terlalu have fun diluar sana bro.. haha (lagian pasti lo gak nyariin gue ya...) *lagi lagi kepedean*. Biasanya hampir tiap bulan gue memposting beberapa celotehan gue, sekarang jadi super jarang. Ngerasa otak kekikis juga sih karena makin jarang nulis haha. but at lease, gue masih cinta kok sama dunia nulis menulis... entah sampai kapan. Ya walau pun planning novel yang gue bikin selalu mandek ditengah cerita, tetep aja gue belom jera untuk menulis lagi dan lagi. Seenggaknya gue nulis pengalaman-pengalaman pribadi lah, yang penting nulis! ya walupun (lagi) lo gk tertarik sama pengalaman pribadi gue. Gue pun nulis untuk konsumsi sendiri kok, gak ada yang baca blog gue juga gak apa apa. :) *senyum miris padahal* haha.
Oia, berhubungan dengan tulis menulis lagi nih, beberapa hari yang lalu gue dapet kabar segar. Salah seorang rekan semasa kuliah ngehubungin gue untuk mengajak produksi film pendek alias short movie. Oke, sebelumnya gue pernah beberapa kali kerja sama dengan dia dalam hal produksi karya video shoot. Entah itu iklan, sketsa dan lain-lain. gue sih ngerasa klop juga selama pernah bekerja sama bareng Toni (nama temen gue itu). Tek tok nya adalah gitu antara ide gue dan ide dia. haha. Dan semalem, jangkrik (ryan), temen gue juga yang ikut diajak Toni untuk bergabung kedalam tim membuka obrolan lewat grup di aplikasi WhatsApp. Nama grupnya saat itu masih "no name production". dan pembahasan pertama yang kita bahas ya mengenai nama Production yang mau kita pake aja..
Gue, Jangkrik, Toni saling memberi ide, sebenernya sih gue ama Toni doang. Jangkrik cuma nyaut-nyautin. haha. "Matama Production aja, Ta" kata Toni di sela-sela obrolan.
"Apaan tuh Ton?" gue nanya.
"Mata Pertama. ya filosofinya kita tuh bakal menarik atensi penonton pada pandangan pertama gitu.."
"Gimana kalo pake nama yang sedikit britis... inggris gitu.. haha."
"wah.. inggris bole tuh." Jangkrik tiba menyela pembicaraan..
bla bla bla blaa....
Obrolan terus memanjang sampe akhirnya gue memberi ide beberapa nama, mulai dari First Night Production dan Blacksight Production.
Kenapa First Night? oke, ini emang sedikit ambigu sih namanya.. makna ganda. alam pertama brooo.. hahha. Tapi niat gue emang bukan mengartikannya "malam pertama" kok. Karena dalam sebuah seni pertunjukan teater, awal atau hari pertama dimana sebuah pertunjukan di gelar ya di sebutnya First Night. Awal Pertujukan. Pertujukan Perdana. Bukan malam pertama loh haha.
Dan akhirnya, Blacksight yang dipilih Toni dan Jangkrik, Blacksight itu berati Mata senapan yang siap membidik lawan. Filosofinya, kita sebagai Production House baru, siap membidik target-target (market) dari karya yang kita bikin. Ya, mudah-mudahannya itu apa adanya. amin. Jujur sih gue lebih suka nama First Night. Lebih terkesan nakal. haha. tapi ya gpp lah Blacksight.
Seneng rasanya mau memulai lagi segala kegiatan yang dulu sempet gue gila-gilain. Produksi film pendek, iklan, sketsa, klip, foto, aaahhh... itu angin seger buat gue.
Gue sih gak ngerasa itu passion gue. Apalagi gue lbh sering diposisikan sebagai scriptwriter. Nulis kan just hobi gue, bukan passion deh kyknya. Soalnya gue gak pernah merasa berbakat buat nulis. haha. Tapi gue cintaaaa dengan kegiatan yang satu ini. Kalo boleh gue urutin hal apa yang paling gue suka dari yang nomor satu sampe ke5, ini dia urutannya ;
1. Ngelukis
2. Ngegambar
3. Ngopi
4. Nulis
5. Traveliiiiiiiiiiiiiing !! :p
Dan semuanya bakal sering gue lakuin bersama kawan-kawan Blacksight Production nantinyaaaaa.... hahaha. yakin bgt dah gue! :)))
Rabu, 21 Agustus 2013
Sanggar Sore Ini
Pertemuan dan diskusi sore tadi terlalu menggelitik
untuk tidak gue tuangkan kedalam sebuah cerita (ulasan) sederhana. Gue sengaja
datang dan berkunjung ke sanggar seni deket rumah gue, namanya sanggar kendit,
kebetulan sanggar ini udah gue jamah sejak gue masih SD. Oke, kayaknya gak
perlu gue cerita panjang lebar soal sanggar yang gue maksud. Garis besarnya
asalah tadi gue bertemu (lagi) dengan seorang pekerja seni yang kebetulan
memang sudah gue kenal lama, dan menjalin hubungan pertemanan juga sama dia. Namanya
Isan. Gue biasa memanggilnya mas Isan. Karena memang usianya yg lebih tua 5
tahun dr gue. Kebetulan, pas gue dateng, mas Isan lagi duduk didepan kanvas,
memandang serius kanvas itu sambil memainkan koas di tangan kanannya.
Dan gue sepertinya berhasil membuyarkan
keseriusannya… ;
Gue : Ngelukis apa Mas?
I : *Kaget *menoleh ke gue. Eh, ya ampun, kamu… apa
kabar? *berdiri. *menyodorkan tangan.
Gue : *bersalaman. Baik mas, hehe. Itu ngelukis
apa??
I : *kembali duduk. *memandang lukisannya. Hmmm…
ngelukis pikiran, tubuh dan jiwa…
Gue : *duduk di samping Mas Isan. *hening sesaat. Siapa
itu mas? *nunjuk perempuan dalam lukisan mas Isan.
I : seseorang.
Gue : Mukanya tanpa ekspresi…
I : iya, aku gak tau dia bahagia apa nggk….
Gue : kenapa? Dia kesepian? Makanya lukis lbh banyak
orang mas disekitarnya… biar doi gk kesepian hehe.. mas jatuh cinta ya sama cwe
itu??
I : Bukan. Tapi….Rindu.. dan penasaran….
Gue : hahaha… *ketawa kenceng. Apa yg bikin
penasaran mas?? Samperin lah!
I : Aku penasaran. Apakah dia bahagia atau tidak
setelah meninggalkan aku…
*HENING. *CUKUP LAMA.
Gue : *mulai ngeluarin isi tas. (alat2 lukis). Gue
lagi jatuh cinta Mas…
I : *ngelirik gue. *senyum. Pantes gak mau menyambut
kegelisahan aku. Gak mau kebawa galau ya?? Hihi
Gue : Eh,.. nggk gitu mas.. haha. Gue Cuma ngasih
kabar baik.. *senyum.
I ; Yap, It’s a good news for me my little sista…
bikin kop[pi, Ta! Kan kamu lagi senang. Plis!! *senyum nanar.
Gue : shit! Gue kena! Oke mas. Oke.. ada kan d
belakang?
I : *ngangguk
Gue : *kebelakang. *kedapur. *bukan, tapi bar kecil.
*bikin kopi. *melihat sekitar. *memandang beberapa botol Vodca, JD, Martell,
Intisari, Whiskey, BL, dll.... Ah… sanggar ini… masih sama sejak dulu….
*selesai bikin kopiu. *kembali ke ruang depan. Ini Mas! Kopi buatan orang yg
lagi jatuh cinta… haha.
I : Hati2.. jatuh itu sakit!
Gue : Bahkan gue udah ngerasa sakitnya Mas…
I : *memandang gue. Kenapa??
Gue : Gpp…. *balik sibuk lagi siapin alat lukis. Hmmm…
kapan nikah mas?? Haha
I : Eh.. pertanyaan nakal itu… hehe.. *memandang
lagi lukisannya. *diem. Sampe rasa penasaran aku ke dia ilang.
Gue : cari dong Mas… kalo Mas gak nyari dia gimana
Mas bias tau jawaban dr pertanyaan Mas sendiri. Ya gak?
I : Aku memata-matai dia… diam-diam… tanpa dia tau…aku
liat dia… tapi aku gak bisa ngerasain hatinya… dia senyum… tapi… entah apa arti
senyumnya… beda… sama waktu tiap kali dia senyum ke aku… entah itu senyum lebih
bahagia atau menutupi kesedihannya..
Gue : jangan lemah mas.. tunjukin dong keberadaan
Mas kalo Mas care sama dia.. pengen dia…
I : Kesalahannya terlalu besar… aku terlalu gengsi
untuk maapin dia…
Gue : Egois! Trus kalo gengsi kenapa mas waktu itu
nyoba bunuh diri?? Gara2 dia kan?? Lemah ah.. *omongan gue keluar gitu aja.
*bego!
I : *madep gue. *mandang gue dalem. Terus kenapa
waktu itu kamu gengsi untuk memaafkan dia?? Pdhl dulu masih cinta kan??
Gue : *nunduk. *diem. Tapi seenggaknya gue gak nyoba
bunuh diri Mas..
I : terus?? Apa bedanya sama kamu bela2in ke Bandung
cuma buat jenguk dia yang lg operasi?? Pdhl kamu lg gk megang duit! Cuma ada
buat ongkos jalan ke Bandung.. kamu gak mikir kan gimana kamu pulang? Kamu bisa
aja kan kelaperan di sana? Karna posisi kamu lagi marah sama dia, kamu blm
maafin dia, jd kamu gk mungkin kan minta tolong sama dia? Lebih2 dia dalam
kondisi sakit…
Gue : Gue cuma buktiin gue msh punya jiwa social mas…
I : Bullshit! Masih bnyk yg bisa kamu bantu.. gak cuma
dengan jenguk dia.. ini.. *nunjuk kening bagian sampingnya (otak mksdnya),
kalah ta sama ini…. *nunjuk dadanya (hati maksdunya)…secara sadar gak sadar..
kamu udah mengorbankan jiwa raga kamu buat dia.. walau bentuknya bukan bunuh
diri…
Gue : berarti dulu mas mengorbankan jiwa raga lewat
bunuh diri?? Ya gak bisa lah mas….
I : entah filsafat tolol apa yg merasuki aku dulu…
aku merasa kematian adalah tingkat ketenangan yg paling tinggi d antara
kegelisahan aku… dan berpikir akan memiliki dia ‘nanti’…
Gue : klo ud ngomong filsafat gue gak bisa berkutik
mas… itu terlalu mendasar… gue gak bisa berenang… *tarik tas *rebahan
I : Filsafat gak pernah nyantol ke orang yg lagi
jatuh cintaaa…
Gue : hahaha… tetes2 puisi yg bercucuran Mas…
*masing masing melamun.
Sabtu, 13 Juli 2013
We Still Hardcore!!!! metalcore juga boleee.. hahaha
Perubahan, sekecil apapun itu, akan menimbulkan
perhatian publik! Contoh kasus nih, adalah perubahan design kemasan suatu
produk, yang belum lama ini terjadi pada produk rokok favorit gue, Gudang Garam
Filter. Secara ‘look’, perubahan design kemasannya sih enggak terlalu ekstrem,
masih dominan dengan warna merah kecoklatan, hanya saja embel-embel teks, garis
dan layout lainnya memang memunculkan kesan lebih modern. Yaaa, itu sih menurut
penilaian gue. Tapi diluar perubahan kemasan itu, ternyata taste dari rokoknya pun berubah, dan jujur gue kecewa dengan
perubahannya itu. Menurut gue, rasanya jadi sedikit sepet, beda sama
sebelumnya. Argh! Gak asik lah pokonya… kenapa sih kamu harus berubah??? Aku kecewaaaaa….
*ala sinetron*. Hahaha.
Oke, Itu sedikit contoh perubahan yang menarik
perhatian menurut gue. Tapi jauh dari itu semua, ada lagi perubahan yang cukup
menarik buat banyak orang disekitar gue. Yaitu…. Ya perubahan penampilan gue!! Hahaha.
*Anjiiiirrr, PD bgt jd bahan perhatian* haha
Tapi sadar gak sadar emang itu yang gue rasain. Semua
orang disekitar gue memperhatikan
perubahan gue, dan bertanya-tanya, lalu berkomentar ini itu..
“Lo sehat ta? Sadar?” *Iyaaaa.. sehat gueee…
Sadarrrr…!
“bukan lo banget Ta…” *Ya, Ya, I Know
“Wuiii, Rocker naek haji…!” *Hahaha.. amin….
“Ciiiiieeee… bu hajah scream… tobat??” *Hahaha..
faaaakkkk!
Dan banyak lagi deh celotehan dari orang orang
sekitar gue tentang penampilan baru gue. Ya gimana gak jadi bahan omongan kalo
gue, seorang ita, yang jauh dari kesan islami, yang lebih seneng pake levis robek2 dibanding rok rample, tiba-tiba memutuskan untuk
berhijab tanpa persiapan apapun dan terkesan tiba-tiba? Hahaha. Actually, demi
apapun, sungguh, sumpah, gue gak berniat sedikitpun cari perhatian. Gue pun terkejut
sama pilihan dan keputusan gue yang sangat cepat itu.
Yang terlintas saat itu cuma ; Gue pengen memenuhi
kewajiban gue sebagai wanita muslim. Gue udah tua! Masalah etitute dan kelakuan
gue yang urakan masalah belakangan..
Ada beberapa orang yang bilang ‘benerin aja dulu
kelakuan sama sikap lo, benerin hati lo, entar kalo udah siap baru deh berhijab’.
Oh, c’mon men… merubah kelakuan untuk lebih baik itu gak gampang, butuh waktu
lamaaaaa banget, terus sampe kapan gue nunggu gue perfect dulu baru pake
jilbab? Hey, no bodies perfect. Intinya , munutup aurat itu wajib hukumnya buat
wanita muslim. Dan gue udah selama 22 tahun tidak melaksanakan kewajiban itu..
udah waktunya dilaksanain. Karena umur siapa yang tau?? Iya kan??
Dan masalah kelakuan gue yang urakan, alhamdulilah,
dengan sendirinya berangsur angsur ikut membaik. Sebelum berhijab gue udah niat
untuk berhenti ngerokok, berhenti minum/mabok, dan ngegele. Tapi
itu susaaaaaaahhhh bgt gue lakuin… susah gilaaaaa… faaaakkk lah pokoknya… haha.
Tapi setelah gue berhijab, semuanya tiba-tiba stop dengan sendirinya… ada
perasaan malu sama Allah kalo gue masih aja ngelakuin itu semua dengan
perubahan ini.
Sekarang gue udah gak minum, gak gele, gak ngobat
sama sekaliii! kalo rokok masih, tapi itu juga gak kayak dulu yang maen asal
bakar dimanapun gue berada, jalan petantang petenteng kayak jagoan sambil
ngerokok, hahaha. Gue sekarang cuma ngerokok di kamar gue sendiri.
Dan gue mau ngucapin thanks buat EFD, yang udah menahan
gue saat gue mau resign karena ngerasa gak pantes scream2an dengan hijab. Hahaha.
Makasi udah support langkah gue untuk lebih baik.. dan makasi udah nyadarin gue
kalo berhijab itu bukan penghalang buat berkreasi dan berekspresi… we still
Hardcoreeeeee, brotheeeerrrr!!!! Cheeeerrrssss!!! *skrg cheersnya ganti susu jahe*. Hahaha. Kapan2 boleh black labelll
lagiiiii….*Duh, astagfirullahhh Itaaaa... haha
Minggu, 24 Maret 2013
Senin, 18 Maret 2013
MUNA.......FIK
No bodies perfect.. gak ada satu orangpun yang sempurna. Gue percaya
akan hal itu. kenapa? Karena gue selalu menilai suatu objek berdasarkan diri
gue sendiri. Termasuk juga bicara soal steatment.
Gue sering mendengar steatment ‘no bodies
perfect’ sejak gue masih sangat belia dan mulai mencari-cari apa itu arti
hidup. Dan ternyata, gue menyetujui pandapat itu.
Gue berkaca, adakah yang
sempurna dari gue? jawabannya TIDAK ADA. Yaaaa.... kecuali fisik gue yang super
kece ini. hahaha. *Narsis adalah cara gue bersyukur atas segala yang tlah Allah
kasih ke gue. hehe.* Tapi memang, ada beberapa orang yang terlalu narsis menganggap
kalo mereka super sempurna dari segala sisi, termasuk daya pikir dan karakter
mereka. Walaupun itu tidak secara langsung mereka umbar, tapi nyatanya sangat
kontras mereka tunjukan. Singkat kata, mereka itu MUNAFIK. *sengaja gue Biar pada nyadar aja. Haha.
Hmmm.. oke, mungkin kata
MUNAFIK sudah biasa kita dengar, tidak asing lagi. Tapi biar lebih jelas, gue
akan mengutip definisi MUNAFIK menurut kamus besar bahasa Indonesia.
Menurut kamus besar
bahasa Indonesia MUNAFIK adalah berpura-pura percaya atau setia dsb kepada segala
sesuatu, tetapi
sebenarnya di hatinya tidak suka, (selalu) mengatakan sesuatu yg tidak sesuai dengan perbuatannya; bermuka dua
Dan bicara soal karakter, gue yakin banget banyak diantara kita yang merasa
lebih baik dari yang lainnya. Contohnya gini, seorang yang anti-narkoba,
biasanya akan memandang pemakai narkoba sebagai orang yang lebih buruk (sikap
dan perilakunya) dibanding dirinya. Pendek kata, orang itu menghakimi bahwa dia
lebih baik daripada pemakai narkoba. Atau orang-orang yang tidak bertatto akan
memandang negatif orang-orang yang bertatto. Dan sebagainya... tapi
kenyataannya?? Belum tentu. Bahkan seorang pembunuh pun bisa jadi lebih baik
dibanding kita.
Apakah kita yakin shalat yang kita dirikan itu diterima oleh Allah SWT kalau
kita tidak bertatto dan tidak memakai narkoba? Jangan terlalu Pe-De. Bisa jadi
shalatnya orang-orang yang bertatto lebih diterima dibanding kita. Bicara soal
shalat, itu sudah urusan Allah SWT. Bukan kita yang menentukan. So, berhak kah
kita men-judge individu yang berbeda ‘ideologi’
dengan kita adalah salah, jelek, bahkan busuk? Gue rasa sih nggak sama sekali.
Dan gue mulai muak sama ocehan yang mengumbar betapa ‘lebih sempurna’nya
mereka dibanding orang lain, tapi diam-diam mereka nyatanya lebih busuk dan
cendrung ‘hanya’ lebih pandai ‘menyembunyikan’ kebusukan mereka. Ah, MUNAFIK
lah pokoknya...
Di Majelis, Kampus, Komunitas atau bahkan dikehidupan Percintaan gue, kerap
kali gue menemui orang-orang jenis ini. Gue menyebutnya MUNAFIKERS. haha. Kenapa
sih gak pada buka topeng aja? Jujur aja lah sama diri sendiri. Gak perlu begitu
begini. Manusia itu abu-abu. Gak ada yang bener-bener putih dan bener-bener
hitam. So, masihkah anda mau mengaku lebih baik dari yang lain?
*postingan gak jelas ditengah jam kerja :)
Langganan:
Postingan (Atom)









