Sabtu, 13 Juli 2013

We Still Hardcore!!!! metalcore juga boleee.. hahaha



Perubahan, sekecil apapun itu, akan menimbulkan perhatian publik! Contoh kasus nih, adalah perubahan design kemasan suatu produk, yang belum lama ini terjadi pada produk rokok favorit gue, Gudang Garam Filter. Secara ‘look’, perubahan design kemasannya sih enggak terlalu ekstrem, masih dominan dengan warna merah kecoklatan, hanya saja embel-embel teks, garis dan layout lainnya memang memunculkan kesan lebih modern. Yaaa, itu sih menurut penilaian gue. Tapi diluar perubahan kemasan itu, ternyata taste dari rokoknya pun berubah, dan jujur gue kecewa dengan perubahannya itu. Menurut gue, rasanya jadi sedikit sepet, beda sama sebelumnya. Argh! Gak asik lah pokonya… kenapa sih kamu harus berubah??? Aku kecewaaaaa…. *ala sinetron*. Hahaha.
Oke, Itu sedikit contoh perubahan yang menarik perhatian menurut gue. Tapi jauh dari itu semua, ada lagi perubahan yang cukup menarik buat banyak orang disekitar gue. Yaitu…. Ya perubahan penampilan gue!! Hahaha. *Anjiiiirrr, PD bgt jd bahan perhatian* haha
Tapi sadar gak sadar emang itu yang gue rasain. Semua orang  disekitar gue memperhatikan perubahan gue, dan bertanya-tanya, lalu berkomentar ini itu..
“Lo sehat ta? Sadar?” *Iyaaaa.. sehat gueee… Sadarrrr…!
“bukan lo banget Ta…” *Ya, Ya, I Know
“Wuiii, Rocker naek haji…!” *Hahaha.. amin….
“Ciiiiieeee… bu hajah scream… tobat??” *Hahaha.. faaaakkkk!
Dan banyak lagi deh celotehan dari orang orang sekitar gue tentang penampilan baru gue. Ya gimana gak jadi bahan omongan kalo gue, seorang ita, yang jauh dari kesan islami, yang lebih seneng pake levis robek2 dibanding rok rample, tiba-tiba memutuskan untuk berhijab tanpa persiapan apapun dan terkesan tiba-tiba? Hahaha. Actually, demi apapun, sungguh, sumpah, gue gak berniat sedikitpun cari perhatian. Gue pun terkejut sama pilihan dan keputusan gue yang sangat cepat itu.
Yang terlintas saat itu cuma ; Gue pengen memenuhi kewajiban gue sebagai wanita muslim. Gue udah tua! Masalah etitute dan kelakuan gue yang urakan masalah belakangan..
Ada beberapa orang yang bilang ‘benerin aja dulu kelakuan sama sikap lo, benerin hati lo, entar kalo udah siap baru deh berhijab’. Oh, c’mon men… merubah kelakuan untuk lebih baik itu gak gampang, butuh waktu lamaaaaa banget, terus sampe kapan gue nunggu gue perfect dulu baru pake jilbab? Hey, no bodies perfect. Intinya , munutup aurat itu wajib hukumnya buat wanita muslim. Dan gue udah selama 22 tahun tidak melaksanakan kewajiban itu.. udah waktunya dilaksanain. Karena umur siapa yang tau?? Iya kan??
Dan masalah kelakuan gue yang urakan, alhamdulilah, dengan sendirinya berangsur angsur ikut membaik. Sebelum berhijab gue udah niat untuk berhenti ngerokok, berhenti minum/mabok, dan ngegele. Tapi itu susaaaaaaahhhh bgt gue lakuin… susah gilaaaaa… faaaakkk lah pokoknya… haha. Tapi setelah gue berhijab, semuanya tiba-tiba stop dengan sendirinya… ada perasaan malu sama Allah kalo gue masih aja ngelakuin itu semua dengan perubahan ini.
Sekarang gue udah gak minum, gak gele, gak ngobat sama sekaliii! kalo rokok masih, tapi itu juga gak kayak dulu yang maen asal bakar dimanapun gue berada, jalan petantang petenteng kayak jagoan sambil ngerokok, hahaha. Gue sekarang cuma ngerokok di kamar gue sendiri.
Dan gue mau ngucapin thanks buat EFD, yang udah menahan gue saat gue mau resign karena ngerasa gak pantes scream2an dengan hijab. Hahaha. Makasi udah support langkah gue untuk lebih baik.. dan makasi udah nyadarin gue kalo berhijab itu bukan penghalang buat berkreasi dan berekspresi… we still Hardcoreeeeee, brotheeeerrrr!!!! Cheeeerrrssss!!! *skrg cheersnya ganti susu jahe*. Hahaha. Kapan2 boleh black labelll lagiiiii….*Duh, astagfirullahhh Itaaaa... haha

Senin, 18 Maret 2013

MUNA.......FIK


No bodies perfect.. gak ada satu orangpun yang sempurna. Gue percaya akan hal itu. kenapa? Karena gue selalu menilai suatu objek berdasarkan diri gue sendiri. Termasuk juga bicara soal steatment. Gue sering mendengar steatment ‘no bodies perfect’ sejak gue masih sangat belia dan mulai mencari-cari apa itu arti hidup. Dan ternyata, gue menyetujui pandapat itu.
Gue berkaca, adakah yang sempurna dari gue? jawabannya TIDAK ADA. Yaaaa.... kecuali fisik gue yang super kece ini. hahaha. *Narsis adalah cara gue bersyukur atas segala yang tlah Allah kasih ke gue. hehe.* Tapi memang, ada beberapa orang yang terlalu narsis menganggap kalo mereka super sempurna dari segala sisi, termasuk daya pikir dan karakter mereka. Walaupun itu tidak secara langsung mereka umbar, tapi nyatanya sangat kontras mereka tunjukan. Singkat kata, mereka itu MUNAFIK. *sengaja gue  Biar pada nyadar aja. Haha.
Hmmm.. oke, mungkin kata MUNAFIK sudah biasa kita dengar, tidak asing lagi. Tapi biar lebih jelas, gue akan mengutip definisi MUNAFIK menurut kamus besar bahasa Indonesia.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia MUNAFIK adalah berpura-pura percaya atau setia dsb kepada segala sesuatu, tetapi sebenarnya di hatinya tidak suka, (selalu) mengatakan sesuatu yg tidak sesuai dengan perbuatannya; bermuka dua
Dan bicara soal karakter, gue yakin banget banyak diantara kita yang merasa lebih baik dari yang lainnya. Contohnya gini, seorang yang anti-narkoba, biasanya akan memandang pemakai narkoba sebagai orang yang lebih buruk (sikap dan perilakunya) dibanding dirinya. Pendek kata, orang itu menghakimi bahwa dia lebih baik daripada pemakai narkoba. Atau orang-orang yang tidak bertatto akan memandang negatif orang-orang yang bertatto. Dan sebagainya... tapi kenyataannya?? Belum tentu. Bahkan seorang pembunuh pun bisa jadi lebih baik dibanding kita.
Apakah kita yakin shalat yang kita dirikan itu diterima oleh Allah SWT kalau kita tidak bertatto dan tidak memakai narkoba? Jangan terlalu Pe-De. Bisa jadi shalatnya orang-orang yang bertatto lebih diterima dibanding kita. Bicara soal shalat, itu sudah urusan Allah SWT. Bukan kita yang menentukan. So, berhak kah kita men-judge individu yang berbeda ‘ideologi’ dengan kita adalah salah, jelek, bahkan busuk? Gue rasa sih nggak sama sekali.
Dan gue mulai muak sama ocehan yang mengumbar betapa ‘lebih sempurna’nya mereka dibanding orang lain, tapi diam-diam mereka nyatanya lebih busuk dan cendrung ‘hanya’ lebih pandai ‘menyembunyikan’ kebusukan mereka. Ah, MUNAFIK lah pokoknya...
Di Majelis, Kampus, Komunitas atau bahkan dikehidupan Percintaan gue, kerap kali gue menemui orang-orang jenis ini. Gue menyebutnya MUNAFIKERS. haha. Kenapa sih gak pada buka topeng aja? Jujur aja lah sama diri sendiri. Gak perlu begitu begini. Manusia itu abu-abu. Gak ada yang bener-bener putih dan bener-bener hitam. So, masihkah anda mau mengaku lebih baik dari yang lain?

*postingan gak jelas ditengah jam kerja :)

Kamis, 14 Maret 2013

Pendek dan Panjang



Kasihan Banget Bangsa Ini



-Bangun tidur anda minum apa ?
apa Aqua ? (74% sahamnya milik Danone perusahaan Perancis) 
atau Teh Sariwangi (100% saham milik Unilever Inggris.) 
Minum susu SGM (milik Sari Husada yg 82% sahamnya dikuasai Numico Belanda).

-Lalu mandi pakai Lux dan Pepsodent (Unilever, Inggris).

-Sarapan ? Berasnya beras impor dari Thailand (BULOG pun impor), gulanya jg impor (Gulaku - Malaysia) .

-Mau santai habis makan, rokoknya Sampoerna (97% saham milik Philip Morris Amerika).

-Keluar rumah naik motor/mobil buatan Jepang, Cina, India, Eropa tinggal pilih.

-Sampai kantor nyalain AC buatan Jepang, Korea, Cina.

-Pakai komputer, hp (operator Indosat, XL, Telkomsel semuanya milik asing; Qatar, Singapura, Malaysia).

-Mau belanja ? Ke Carrefour, punya Perancis. Kalo gitu ke Alfamart (75% sahamnya Carrefour). Bagaimana dengan Giant? Ini punya Dairy Farm International, Malaysia yg juga Hero.

-Malam2 iseng ke CircleK dari Amerika.

-Ambil uang di ATM BCA, Danamon, BII, Bank Niaga ah semuanya sudah milik asing walaupun namanya masih Indonesia.

-Bangun rumah pake semen Tiga Roda Indocement sekarang milik Heidelberg (Jerman) (61,70%). Semen Gresik milik Cemex Meksiko, Semen Cibinong punyanya Holcim (Swiss).

Masih banyak lagi kalo mau diterusin.

By the way, BB atau HP anda- pun buatan luar

"CUMA KORUPTOR aja yg Asli Produk Indonesia..!!!

Minggu, 24 Februari 2013

Real me? Maybe

"Ta, mana postingan tentang kenegaraanmya? 'Sang Eksekutor' sibuk sama urusan pribadi mulu nih kayaknya."
Haha lucu juga denger salah seorang temen nanya begitu. Sepertinya beberapa orang menganggap gue adalah sesosok anak muda yang gemar mengkritik atau memberi komen atas kegiatan kenegaraan Repulik Indonesia tercinta ini deh, lebih spesifiknya adalah hal yang terkait masalah politik. Why? gue kan bukan pengamat politik kali, aktifis aja bukan. Gue cuma kerap kali menyampaikan pendapat atau aspirasi gue mengenai negara lewat beberapa kesempatan dan media. Ya salah satunya lewat blog gue ini.
Oke, gue sebelumnya pernah juga punya blog yang bener-bener berisi tentang argument-argument dari gue untuk pemerintahan RI. Nama blognya 'Sang Eksekutor', tapi blog itu udah lama banget gak gue buka, sampe akhirnya gue lupa sama passwordnya pas pengen mulai memposting lagi. Alhasil gue harus mengucapkan 'dadah bye-bye' sama 'Sang Eksekutor'.
Setelah merasa kangen dengan kegiatan posting memposting akhirnya gue membuat lagi blog baru yang sekarang email dan passwordnya gue tulis di binder kuliah gue. *biar ada pengingat kalo sewaktu-waktu lupa lagi hehe. Dan inilah blognya... Juwita Malam... hehe. Kayak yang gue tulis di postingan sebelumnya (Revolusi Nama), nama Juwita Malam adalah nama baru setelah sebelumnya gue menamakan blog gue ini dengan nama 'Sang Eksekutor'. Ya, niatnya sih emang mau meneruskan blog gue yang sebelumnya dengan nama yang sama. Tapi akhirnya gue mengubah namanya setelah di komen oleh beberapa orang yang merasa kalo nama 'Sang Eksekutor' terlalu mengerikan buat gue. haha.
Balik lagi ke topik awal yang menanyakan 'mana postingan kenegaraannya Ta?'. Oke, gue akuin sih emang sekarang gue lebih banyak mengisi blog gue dengan curhatan peribadi, ya lebih dari setengah isi blog ini emang gak jauh-jauh dari masalah pribadi gue. haha. Gak penting sumpah. Gak tau kenapa ya, sebenernya gue juga gak niat untuk menjadikan blog ini tempat sampah dari isi hati gue. Tapi ujug-ujug yang gue tulis ya begitu ya mau gimana lagi? haha. Dan anehnya, banyak komentar yang mengatakan 'mana nih the real itanya'? melow mulu...' ciyus? miapa? realnya itu gimana sih? gue aja gak tau. Hahaha.
Gue tau koq yang kalian maksud itu adalah gue dengan pemikiran liar gue akan negara. Tapi itu ya bukan the realnya Ita juga. Cuma iseng sih sebenernya. Iseng karena gue ngerasa gak punya tempat beraspirasi selain blog sendiri. hahaha.
Jadi, gue gak pernah merasa bahwa gue adalah seseorang yang segitu diplomatisnya ngomongin negara. Is't the real me. Tapi oke lah, kali ini gue mau mengkaitkan atau menyangkutkan sedikit tentang politik lagi. Yang lagi HOT nih, mengenai Pesta pemilihan Gubernur Jawa Barat.
Check This!



............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................LOADING FAILED................................................................

Oh, Maap Pak, Bu, Otak saya gagal merangkumnya.. :D
*apa sih Taaaa? Hahahaha

Losing My Religion


Oh life, it's bigger
It's bigger than you
And you are not me
The lengths that I will go to
The distance in your eyes
Oh no, I've said too much
I've said enough

That's me in the corner
That's me in the spotlight
Losing my religion
Trying to keep up with you
And I don't know if I can do it
Oh no, I've said too much
I haven't said enough

I thought that I heard you laughing
I thought that I heard you sing
I think I thought I saw you try

Every whisper
Of every waking hour
I'm choosing my confessions
Trying to keep an eye on you
Like a hurt, lost and blinded fool, fool
Oh no, I've said too much
I've said enough

Consider this
Consider this, the hint of the century
Consider this, the slip
That brought me to my knees, failed
What if all these fantasies come
Flailing around
Now I've said too much

I thought that I heard you laughing
I thought that I heard you sing
I think I thought I saw you try

But that was just a dream
That was just a dream

That's me in the corner
That's me in the spotlight
Losing my religion
Trying to keep up with you
And I don't know if I can do it
Oh no, I've said too much
I haven't said enough

I thought that I heard you laughing
I thought that I heard you sing
I think I thought I saw you try

But that was just a dream
Try, cry, why try
That was just a dream
Just a dream
Just a dream, dream 

* see??? Akhirnya gue mampu mengingat lagi lirik lagu ini setelah bertahun-tahun yang lalu lagu ini tenggelam di bawah alam sadar gue. Thanks To ISA RAJA. You Remember me about R.E.M. Yeah, Losing My Religion.. hmmm? :D