Hidup adalah kata. Hidup adalah waktu. Hidup adalah bahasa. Hidup adalah kehidupan. Hidup.... adalah deru nafas kerja yang menghasilkan sebuah 'MASTERPIECE'
Rabu, 19 Desember 2012
ARTEST
Tugas Akhir sesi ke 2. hahaha. Ngenes juga sih ketika temen-temen seangkatan sudang mengupload foto-foto wisudanya, gue malah masih sibuk ngurus Tugas Akhir yang gue ulang ini.
Kenapa sih kemaren kagak gue kelarin aja tuh tugas ? biar gak pake ngulang gini! kan bete juga mondar-mandir sendirian. huh. nyesel juga sih dikit. Tapi toh itu jalan yang gue putusin sendiri. Sejak kapan seorang Ita menyerah atas keputusan yang diambilnya??? GAK BOLEH!
Jalan gue selama ini juga lurus-lurus aja, masiih bisa gue lewatin, alhamdulilah. So, gak ada alasan buat nyerah. Termasuk alasan percintaan gue yang semakin MEMBUSUK! hahaha.
Tenang, 2013 gue bakal pake tuh toga kok, Insyaallah. Amin
Oia, satu lagi yang harus di garis bawahi.
Toga bukan simbol kesuksesan!
Gak boleh berpaku sama tujuan itu.
Inget Ta, elo fighter... jalani proses,proses, proses dan proses..! PROSES TIDAK PERNAH SELESAI! KETIKA ELO SAMPAI PADA SATU TUJUAN, BERSIAPLAH MENUJU TUJUAN LAINNYA!
*Hahahaha. membara banget gue nulisnya.
Jumat, 09 November 2012
Kangen - WS Rendra
kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
kau tidak akan mengerti bagaimana lukaku
karena cinta telah sembunyikan pisaunya
membayangkan wajahmu adalah siksa
kesepian adalah ketakutan dan kelumpuhan
engkau telah menjadi racun bagi darahku
apabila aku dalam kangen dan sepi
itulah berarti aku tungku tanpa api
menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
kau tidak akan mengerti bagaimana lukaku
karena cinta telah sembunyikan pisaunya
membayangkan wajahmu adalah siksa
kesepian adalah ketakutan dan kelumpuhan
engkau telah menjadi racun bagi darahku
apabila aku dalam kangen dan sepi
itulah berarti aku tungku tanpa api
Senin, 05 November 2012
You Not Me
Being round you is driving me crazy
Watching you run is making me lazy
You're trying to buy a place in my head
Telling me lines I've already read
Speaking my name to try to confuse me
Say it again you're starting to lose me
That's alright I'm okay
It happens every single day
It's all the same
But I'm not blind
It's all about you not me
It's all about the things
That you're expecting me to be
There's not enough time to live
And all that you're expecting me to give
It's all about you not me
You're building my prison brick by brick
Eating your words is making me sick
You get what you want
Cause nothing is sacred
You're reading my mind
And leaving me naked
You say I gotta give before I receive it
One of these days I'll believe it.
It's all about you not me
It's all about the things
That you're expecting me to be
There's not enough time to live
And all that you're expecting me to give
It's all about you not me
It's all about you not me
That's alright I'm okay
It happens every single day
It's all the same
But I'm not blind
It's all about you not me
It's all about the things
That you're expecting me to be
There's not enough time to live
And all that you're expecting me to give
It's all about you not me
Watching you run is making me lazy
You're trying to buy a place in my head
Telling me lines I've already read
Speaking my name to try to confuse me
Say it again you're starting to lose me
That's alright I'm okay
It happens every single day
It's all the same
But I'm not blind
It's all about you not me
It's all about the things
That you're expecting me to be
There's not enough time to live
And all that you're expecting me to give
It's all about you not me
You're building my prison brick by brick
Eating your words is making me sick
You get what you want
Cause nothing is sacred
You're reading my mind
And leaving me naked
You say I gotta give before I receive it
One of these days I'll believe it.
It's all about you not me
It's all about the things
That you're expecting me to be
There's not enough time to live
And all that you're expecting me to give
It's all about you not me
It's all about you not me
That's alright I'm okay
It happens every single day
It's all the same
But I'm not blind
It's all about you not me
It's all about the things
That you're expecting me to be
There's not enough time to live
And all that you're expecting me to give
It's all about you not me
Senin, 22 Oktober 2012
Topeng
Sudah terlalu banyak hal imitasi di lataran bumi
Penuh menyibak kebohongan hati
Sembilan dari sepuluh tokoh hobi memerankan peran protagonis
Padahal dikehidupan seharinya mereka adalah antagonis
Dipinggir jalan aku melihat dan belajar mengenai semua
Termasuk katakter para pengguna topeng
Tapi aku tak mau serta merta menghakimi
Aku bukan Tuhan
Jakarta, Oktober 2012
Penuh menyibak kebohongan hati
Sembilan dari sepuluh tokoh hobi memerankan peran protagonis
Padahal dikehidupan seharinya mereka adalah antagonis
Dipinggir jalan aku melihat dan belajar mengenai semua
Termasuk katakter para pengguna topeng
Tapi aku tak mau serta merta menghakimi
Aku bukan Tuhan
Jakarta, Oktober 2012
Bersatulah Pelacur Pelacur Kota Jakarta - W.S Rendra
Pelacur-pelacur Kota Jakarta
Dari kelas tinggi dan kelas rendah
Telah diganyang
Telah haru-biru
Mereka kecut
Keder
Terhina dan tersipu-sipu
Sesalkan mana yang mesti kausesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kaurelakan dirimu dibikin korban
Wahai pelacur-pelacur kota Jakarta
Sekarang bangkitlah
Sanggul kembali rambutmu
Karena setelah menyesal
Datanglah kini giliranmu
Bukan untuk membela diri melulu
Tapi untuk lancarkan serangan
Karena
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan kaurela dibikin korban
Sarinah
Katakan kepada mereka
Bagaimana kau dipanggil ke kantor menteri
Bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu
Tentang perjuangan nusa bangsa
Dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal
Ia sebut kau inspirasi revolusi
Sambil ia buka kutangmu
Dan kau Dasima
Khabarkan pada rakyat
Bagaimana para pemimpin revolusi
Secara bergiliran memelukmu
Bicara tentang kemakmuran rakyat dan api revolusi
Sambil celananya basah
Dan tubuhnya lemas
Terkapai disampingmu
Ototnya keburu tak berdaya
Politisi dan pegawai tinggi
Adalah caluk yang rapi
Kongres-kongres dan konferensi
Tak pernah berjalan tanpa kalian
Kalian tak pernah bisa bilang ‘tidak’
Lantaran kelaparan yang menakutkan
Kemiskinan yang mengekang
Dan telah lama sia-sia cari kerja
Ijazah sekolah tanpa guna
Para kepala jawatan
Akan membuka kesempatan
Kalau kau membuka kesempatan
Kalau kau membuka paha
Sedang diluar pemerintahan
Perusahaan-perusahaan macet
Lapangan kerja tak ada
Revolusi para pemimpin
Adalah revolusi dewa-dewa
Mereka berjuang untuk syurga
Dan tidak untuk bumi
Revolusi dewa-dewa
Tak pernah menghasilkan
Lebih banyak lapangan kerja
Bagi rakyatnya
Kalian adalah sebahagian kaum penganggur yang mereka ciptakan
Namun
Sesalkan mana yang kau kausesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kau rela dibikin korban
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Berhentilah tersipu-sipu
Ketika kubaca di koran
Bagaimana badut-badut mengganyang kalian
Menuduh kalian sumber bencana negara
Aku jadi murka
Kalian adalah temanku
Ini tak bisa dibiarkan
Astaga
Mulut-mulut badut
Mulut-mulut yang latah bahkan seks mereka politikkan
Saudari-saudariku
Membubarkan kalian
Tidak semudah membubarkan partai politik
Mereka harus beri kalian kerja
Mereka harus pulihkan darjat kalian
Mereka harus ikut memikul kesalahan
Saudari-saudariku. Bersatulah
Ambillah galah
Kibarkan kutang-kutangmu dihujungnya
Araklah keliling kota
Sebagai panji yang telah mereka nodai
Kinilah giliranmu menuntut
Katakanlah kepada mereka
Menganjurkan mengganyang pelacuran
Tanpa menganjurkan
Mengahwini para bekas pelacur
Adalah omong kosong
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Saudari-saudariku
Jangan melulur keder pada lelaki
Dengan mudah
Kalian bisa telanjangi kaum palsu
Naikkan tarifmu dua kali
Dan mereka akan klabakan
Mogoklah satu bulan
Dan mereka akan puyeng
Lalu mereka akan berzina
Dengan isteri saudaranya.
Dari kelas tinggi dan kelas rendah
Telah diganyang
Telah haru-biru
Mereka kecut
Keder
Terhina dan tersipu-sipu
Sesalkan mana yang mesti kausesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kaurelakan dirimu dibikin korban
Wahai pelacur-pelacur kota Jakarta
Sekarang bangkitlah
Sanggul kembali rambutmu
Karena setelah menyesal
Datanglah kini giliranmu
Bukan untuk membela diri melulu
Tapi untuk lancarkan serangan
Karena
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan kaurela dibikin korban
Sarinah
Katakan kepada mereka
Bagaimana kau dipanggil ke kantor menteri
Bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu
Tentang perjuangan nusa bangsa
Dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal
Ia sebut kau inspirasi revolusi
Sambil ia buka kutangmu
Dan kau Dasima
Khabarkan pada rakyat
Bagaimana para pemimpin revolusi
Secara bergiliran memelukmu
Bicara tentang kemakmuran rakyat dan api revolusi
Sambil celananya basah
Dan tubuhnya lemas
Terkapai disampingmu
Ototnya keburu tak berdaya
Politisi dan pegawai tinggi
Adalah caluk yang rapi
Kongres-kongres dan konferensi
Tak pernah berjalan tanpa kalian
Kalian tak pernah bisa bilang ‘tidak’
Lantaran kelaparan yang menakutkan
Kemiskinan yang mengekang
Dan telah lama sia-sia cari kerja
Ijazah sekolah tanpa guna
Para kepala jawatan
Akan membuka kesempatan
Kalau kau membuka kesempatan
Kalau kau membuka paha
Sedang diluar pemerintahan
Perusahaan-perusahaan macet
Lapangan kerja tak ada
Revolusi para pemimpin
Adalah revolusi dewa-dewa
Mereka berjuang untuk syurga
Dan tidak untuk bumi
Revolusi dewa-dewa
Tak pernah menghasilkan
Lebih banyak lapangan kerja
Bagi rakyatnya
Kalian adalah sebahagian kaum penganggur yang mereka ciptakan
Namun
Sesalkan mana yang kau kausesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kau rela dibikin korban
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Berhentilah tersipu-sipu
Ketika kubaca di koran
Bagaimana badut-badut mengganyang kalian
Menuduh kalian sumber bencana negara
Aku jadi murka
Kalian adalah temanku
Ini tak bisa dibiarkan
Astaga
Mulut-mulut badut
Mulut-mulut yang latah bahkan seks mereka politikkan
Saudari-saudariku
Membubarkan kalian
Tidak semudah membubarkan partai politik
Mereka harus beri kalian kerja
Mereka harus pulihkan darjat kalian
Mereka harus ikut memikul kesalahan
Saudari-saudariku. Bersatulah
Ambillah galah
Kibarkan kutang-kutangmu dihujungnya
Araklah keliling kota
Sebagai panji yang telah mereka nodai
Kinilah giliranmu menuntut
Katakanlah kepada mereka
Menganjurkan mengganyang pelacuran
Tanpa menganjurkan
Mengahwini para bekas pelacur
Adalah omong kosong
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Saudari-saudariku
Jangan melulur keder pada lelaki
Dengan mudah
Kalian bisa telanjangi kaum palsu
Naikkan tarifmu dua kali
Dan mereka akan klabakan
Mogoklah satu bulan
Dan mereka akan puyeng
Lalu mereka akan berzina
Dengan isteri saudaranya.
Never Underistimate
Pada suatu hari, seorang anak masuk ke dalam rumah makan yang sangat
terkenal dan mahal. Dia masuk seorang diri dan memakai pakaian biasa
saja, tidak seperti anak-anak lain yang memakai pakaian yang bagus. Anak
itu duduk di salah satu kursi lalu mengangkat tangannya untuk memanggil
salah satu pelayan.
Seorang pelayan perempuan menghampiri anak kecil itu lalu memberikan buku menu makanan. Pelayan tersebut agak heran mengapa anak kecil itu berani masuk ke dalam rumah makan yang mahal, padahal dari penampilannya, pelayan itu tidak yakin bahwa sang anak kecil mampu membayar makanan yang ada.
“Berapa harga es krim yang diberi saus strawberry dan cokelat?” tanya sang anak kecil.
Sang pelayan menjawab, “Lima puluh ribu,”
Anak kecil itu memasukkan tangan ke dalam saku celana lalu mengambil beberapa receh dan menghitungnya. Lalu dia kembali bertanya, “Kalau es krim yang tidak diberi saus strawberry dan cokelat?”
Si pelayan mengerutkan kening, “Dua puluh ribu,”
Sekali lagi anak kecil itu mengambil receh dari dalam saku celananya lalu menghitung. “Kalau aku pesan separuh es krim tanpa saus strawberry dan cokelat berapa?”
Kesal dengan kelakuan pembeli kecil itu, pelayan menjawab dengan ketus, “Sepuluh ribu!”
Sang anak lalu tersenyum, “Baiklah aku pesan itu saja, terima kasih!”
Pelayan itu mencatat pesanan lalu menyerahkan pada bagian dapur lalu kembali membawa es krim pesanan. Anak itu tampak gembira dan menikmati es krim yang hanya separuh dengan suka cita. Dia melahap es krim sampai habis. Kemudian sang pelayan kembali datang memberikan nota pembayaran.
“Semua sepuluh ribu bukan?” tanya anak itu lalu membayar es krim pesanannya dengan setumpuk uang receh. Wajah sang pelayan tampak masam karena harus menghitung ulang receh-receh itu. Lalu sang anak mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu dari saku celana belakangnya, “dan ini tips untuk Anda!” ujar sang anak sambil menyerahkan selembar uang tersebut untuk si pelayan.
Seorang pelayan perempuan menghampiri anak kecil itu lalu memberikan buku menu makanan. Pelayan tersebut agak heran mengapa anak kecil itu berani masuk ke dalam rumah makan yang mahal, padahal dari penampilannya, pelayan itu tidak yakin bahwa sang anak kecil mampu membayar makanan yang ada.
“Berapa harga es krim yang diberi saus strawberry dan cokelat?” tanya sang anak kecil.
Sang pelayan menjawab, “Lima puluh ribu,”
Anak kecil itu memasukkan tangan ke dalam saku celana lalu mengambil beberapa receh dan menghitungnya. Lalu dia kembali bertanya, “Kalau es krim yang tidak diberi saus strawberry dan cokelat?”
Si pelayan mengerutkan kening, “Dua puluh ribu,”
Sekali lagi anak kecil itu mengambil receh dari dalam saku celananya lalu menghitung. “Kalau aku pesan separuh es krim tanpa saus strawberry dan cokelat berapa?”
Kesal dengan kelakuan pembeli kecil itu, pelayan menjawab dengan ketus, “Sepuluh ribu!”
Sang anak lalu tersenyum, “Baiklah aku pesan itu saja, terima kasih!”
Pelayan itu mencatat pesanan lalu menyerahkan pada bagian dapur lalu kembali membawa es krim pesanan. Anak itu tampak gembira dan menikmati es krim yang hanya separuh dengan suka cita. Dia melahap es krim sampai habis. Kemudian sang pelayan kembali datang memberikan nota pembayaran.
“Semua sepuluh ribu bukan?” tanya anak itu lalu membayar es krim pesanannya dengan setumpuk uang receh. Wajah sang pelayan tampak masam karena harus menghitung ulang receh-receh itu. Lalu sang anak mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu dari saku celana belakangnya, “dan ini tips untuk Anda!” ujar sang anak sambil menyerahkan selembar uang tersebut untuk si pelayan.
Selasa, 16 Oktober 2012
PASTI
Saya sakit hati.
Lebih tepatnya sangat sakit hati.
Saya menyerah
Saya mundur
Saya lelah
Bukan karena sakit itu, tapi karena sudah terlalu lama
Saya sangat lelah
Saya akan melupakan anda
ya, PASTI !!
Langganan:
Postingan (Atom)



