Senin, 09 Juni 2014

I Will be Silent

Aku sering melihatmu lewat dan berlalu
Di tengah malam yang syahdu
Saat langit abu-abu biru
Getarkan rindu yang pilu

Lupakan kita
Dengan alunan rangkuman nada
Aku diam tak terbata

Lihatlah ke udara

Kamis, 05 Juni 2014

Kamu Sihir Aku! Sialan!



How many songs are there in the world? Pertanyaan yang bullshit bisa tepat jawabannya. Saya rasa gak ada organisasi manapun yang punya data ada berapa lagu didunia ini dengan tepat. Oke, secara garis kecil (lawan kata garis besar) mungkin ada lembaga yang fungsinya mendata keseluruhan lagu yang ada dunia, tapi tentunya mereka mendapatkan data-data tersebut hanya dari lembaga music yang legal. Sedangkan, entah berapa ribu lagu yang independent yang kadang legal, kadang tidak. Bingung gak sih sama penjabaran saya? Oke skip. Saya juga bingung. Sekitar beberapa tahun yang lalu, entah kabar dari mana tepatnya -entah artikel, berita televisi atau apa-, saya mendapatkan ada 97 miliar lagu dimuka bumi ini. Sayangnya saya benar-benar lupa dapat dari mana informasi ini. Silahkan cari bagi yang berminat dan iseng mengisi waktu luang. Hehe. Atau anda bisa sms Bens Leo untuk bertanya, itu pun kalau beliau tau jawabannya dan anda tau nomor ponselnya.
Baiklah, skip lagi masalah ada berapa banyak lagu didunia ini. Tapi kebayang gak? Seandainya data itu benar, dari cuma tujuh tangga nada dasar, dapat menghasilkan 97 miliar lagu! Amazing ya otak manusia. Tapi jangan stop disitu, manusia itu emang keren, tapi di balik itu semua ada Tuhan yang super duper keren yang gak lupa naro sel-sel terkecil diotak manusia tanpa salah rakit! Waw! Dan karena kita ini manusia, bukan Tuhan, maka buatlah semuanya menjadi simple. Gak usah pikirkan ada berapa tepatnya jumlah lagu didunia. Bikin jadi dua katagori aja, satu, yang kita tau. Dua, yang kita gak tau. Nah, jadi gak usah kalian pusing-pusing mikirin lagu-lagu yang kalian gak tau. Dan bikin simple lagi, dari lagu-lagu yang kalian tau, bagi lagi menjadi dua katagori, yaitu ; yang enak didenger dan gak enak didenger. Nah, simple kan hidup? Gak usah dibikin ribet. Karena rata-rata pemikir besar itu matinya cepet. Jadi slow aja. Fungsikan otak sewajarnya. Hahaha.
Saya mau sedikit bertanya. Oke, mungkin pertanyaan ini akan menjadi percakapan analog. Karena saya mungkin akan menjawabnya sendiri. Pernahkan anda sekali waktu tiba-tiba menemukan lagu yang menyihir anda dengan alunannya? Dan lucunya anda baru merasa tersihir ketika anda mendengarkan lagu tersebut untuk yang kesekian kali! Ini sering saya alami. Percayalah. Walau sebenarnya pengalaman ini bukan suatu fenomena yang ajaib, tapi saya harus berkata “PERCAYALAAAAH!” hahahaha.
Dan untuk sekarang, kasus serupa sedang saya alami (lagi). Sore itu, sepulang dari kantor, dengan menunggangi kuda besi yang saya beri nama Jessi (Jupiter z 2010 Hitam dan Seksi), seperti biasa saya selalu berkendara sambil mendengarkan lagu-lagu yang terkumpul di memori micro SD kepunyaan ponsel pintar saya sendiri. Satu persatu berputar sesuai playlist. Perjalanan sore itu memang seperti sore-sore sebelumnya, jauh dan macet. Kantor tempat saya bekerja berada di Kebun Jeruk Jakarta Barat. Sedang kediamaan berada di timur Jakarta. Sudahlah, menjemput rejeki memang bebeda-beda jalannya. Ada yang dengan mudah dan ada yang dengan susah payah. No problem.
Kebun Jeruk – Palmerah – Slipi – MPR – Kuningan – Tebet – Pancoran berlalu seperti biasa, saya bernyanyi diatas tunggangan sambil menikmati padatnya ibukota. Ajaib, ketika playlist lagu saya tiba memutarkan Payung Teduh yang berjudul Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan, tiba-tiba aroma tanah begitu harum dan jalan begitu indah. Tepatnya di depan Taman Makam Pahlawan Kalibata saat itu, daun-daun berguguran sepanjang jalan yang memang sudah lengang, debu-debu terbawa angin bagai di Gurun Sahara yang mulai malam, dan langit yang mulai memamerkan si sabit yang samar-samar malu. Sumpah. Lucu banget Jakarta sore itu. Bukan lucu yang bikin terbahak-bahak. Tapi gemes. Ibarat bayi yang lagi lucu-lucunya. Hiporbola ya? Haha. Memang hiper, tapi letak hipernya itu yang bikin jadi special. Dan tentunya gak lain gak bukan itu akibat Is dan kawan-kawan yang ‘kok gila sih bikin lagu begini? Bisa sih? Ah! Sialan kalian! Saya tersihir!’ hahaha.


Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan 


Tak terasa gelap pun jatuh

Diujung malam menuju pagi yang dingin

Hanya ada sedikit bintang malam ini

Mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya



Lalu mataku merasa malu

Semakin dalam ia malu kali ini

Kadang juga ia takut

Tatkala harus berpapasan ditengah pelariannya



Di malam hari

Menuju pagi

Sedikit cemas

Banyak rindunya

Song by `Payung Teduh`

Selasa, 17 Desember 2013

WS Rendra - Sajak Cinta Ditulis Pada Usia 57

Setiap ruang yang tertutup akan retak
karena mengandung waktu yang selalu mengimbangi
Dan akhirnya akan meledak
bila tenaga waktu terus terhadang

Cintaku kepadamu Juwitaku
Ikhlas dan sebenarnya
Ia terjadi sendiri, aku tak tahu kenapa
Aku sekedar menyadari bahwa ternyata ia ada

Cintaku kepadamu Juwitaku
Kemudian meruang dan mewaktu
dalam hidupku yang sekedar insan

Ruang cinta aku berdayakan
tapi waktunya lepas dari jangkauan
Sekarang aku menyadari
usia cinta lebih panjang dari usia percintaan
Khazanah budaya percintaan…
pacaran, perpisahan, perkawinan
tak bisa merumuskan tenaga waktu dari cinta

Dan kini syairku ini
Apakah mungkin merumuskan cintaku kepadamu

Syair bermula dari kata,
dan kata-kata dalam syair juga meruang dan mewaktu
lepas dari kamus, lepas dari sejarah,
lepas dari daya korupsi manusia
Demikianlah maka syairku ini
berani mewakili cintaku kepadamu

Juwitaku
belum pernah aku puas menciumi kamu
Kamu bagaikan buku yang tak pernah tamat aku baca
Kamu adalah lumut di dalam tempurung kepalaku
Kamu tidak sempurna, gampang sakit perut,
gampang sakit kepala dan temperamenmu sering tinggi
Kamu sulit menghadapi diri sendiri
Dan dibalik keanggunan dan keluwesanmu
kamu takut kepada dunia

Juwitaku
Lepas dari kotak-kotak analisa
cintaku kepadamu ternyata ada
Kamu tidak molek, tetapi cantik dan juwita
Jelas tidak immaculata, tetapi menjadi mitos
di dalam kalbuku

Sampai disini aku akhiri renungan cintaku kepadamu
Kalau dituruti toh tak akan ada akhirnya
Dengan ikhlas aku persembahkan kepadamu :

Cintaku kepadamu telah mewaktu
Syair ini juga akan mewaktu
Yang jelas usianya akan lebih panjang
dari usiaku dan usiamu

Bojong Gede, 17 Juli 1992


Sajak ini yang membuat aku makin jatuh cinta pada Alm. Rendra-ku. Entah, aku merasa si Burung Merak membidikku lewat tiap baitnya. Rendra, aku Juwita...... dan syairmu, benar adanya.

Kamis, 31 Oktober 2013

Memecah Udara

Terlalu sulit untuk mendeskripsikan maknanya, romantis, duka atau kah biasa saja. Semakin lunak kayu kayu mati ini dilalap derasnya. Kegagahannya semakin menghilang dan terbuang. Dan saat ku sentuh, itu lebih dari sekedar lembab. Aku segan pergi ke toilet, air lagi dan air lagi. Aku takut menyenyuh dinginnya. Jadi kuputuskan untuk tetap disini. Ruang dimana aku sering berdiskusi denganmu.
Kamu begitu dingin sore ini. Sebenarnya sama dengan sore-sore sebelumnya. Dingin. Nyaris beku. Tapi bukan aku jika tidak bisa mencairkan kondisi yang semakin kaku ini. Kuambil kanvas kanvas lusuh dari sudut ruang. Lalu tanpa bahasa kau bertanya "karenaku?". Tentu saja bukan! Tapi karena seseorang! Dan lalu riuh gertakanmu memecah udara senja..
Hujan.. Sebotol Whiskey ini bahkan dirasa sangat kurang. Masih saja kaku. Harusnya aku membeli lebih banyak Whiskey. Sayangnya aku pengangguran! Jadi nikmati sajalah seadaanya. Jilat sehabis-habisnya, kecup sedikit manisnya dan hirup seluruh harumnya. Rasakan setiap teguknya melintasi langit-langit goa-mu yang dingin. Ini hangat tanpa panas, dan panas tanpa api serta nikmat sekali. Kadang inilah yang membuat aku berterimakasih, aku jadi bisa menikati dunia walau mungkin tidak syar'i. Begitu juga kalian! Iya kan?
Ingat kah saat dulu? Iya dulu. Samar samar aku ingat betapa senangnya aku ketika kamu tiba-tiba datang dengan gagahnya bersambut petir sana sini. Ketika sebagian raga kalang kabut, aku duduk santai dikursi kelas. Memandangmu dengan kagum. Aku tidak takut bahkan ketika yang lain menganggapmu begitu mengerikan. Yang aku lihat hanya elok berdayu-dayu, rinai senada tanpa debu. Lalu jatuh dan mengalir ke hulu. Jadi dari sisi apa aku harus pergi mengabaikan keindahanmu? Tidak ada!
Terlalu polos aku saat itu. Kini aku banyak melihat sisi lain darimu. Lebih keras berpikir, dan semakin sering otakku terkilir. Setidaknya aku realistis, hanya saja adanya gemuruh aneh dirongga dada membuatku sedikit sesak dan apatis.
Terus lantunkan lagi cerita-cerita ini, musik ini dan udara ini. Basah. Lembab. Hidup. Memecah Udara............

Jumat, 06 September 2013

Ketakutan

kala redam rontak sendiri dalam gelap
penantian tiada akhir
melamun membunuh hati

saat tiba cinta indah
kala bunga mulai mekar
musim yang tiba muram
mengganti dengan layunya

air mata berbaris
hati tertunduk
melihatmu pergi
berjalan menjauh
tingalkanku

ah..,
aku yang terlalu.

Sajak Cinta

cintaku kepadamu belum pernah ada contohnya
cinta romeo kepada juliet si majnun qais kepada laila
belum apa-apa
temu pisah kita lebih bermakna
dibandingkan temu-pisah Yusuf dan Zulaikha
rindu-dendam kita melebihi rindu-dendam Adam
dan Hawa
 
aku adalah ombak samuderamu
yang lari datang bagimu
hujan yang berkilat dan berguruh mendungmu
aku adalah wangi bungamu
luka berdarah-darah durimu
semilir bagai badai anginmu
 
aku adalah kicau burungmu
kabut puncak gunungmu
tuah tenungmu
aku adalah titik-titik hurufmu
kata-kata maknamu
 
aku adalah sinar silau panasmu
dan bayang-bayang hangat mentarimu
bumi pasrah langitmu
 
aku adalah jasad ruhmu
fayakun kunmu
 
aku adalah a-k-u
k-a-u
mu

Blacksight Production

Hollaaaa..... how are u guys?? mudah2an dalam keadaan ganteng dan cantik selalu. amin. haha. *doa kepedean*
Maap ya gue jadi jarang-jarang posting gini. Lagi gak jelas dengan kehidupan yang gue jalanin. Terlalu have fun diluar sana bro.. haha (lagian pasti lo gak nyariin gue ya...) *lagi lagi kepedean*. Biasanya hampir tiap bulan gue memposting beberapa celotehan gue, sekarang jadi super jarang. Ngerasa otak kekikis juga sih karena makin jarang nulis haha. but at lease, gue masih cinta kok sama dunia nulis menulis... entah sampai kapan. Ya walau pun planning novel yang gue bikin selalu mandek ditengah cerita, tetep aja gue belom jera untuk menulis lagi dan lagi. Seenggaknya gue nulis pengalaman-pengalaman pribadi lah, yang penting nulis! ya walupun (lagi) lo gk tertarik sama pengalaman pribadi gue. Gue pun nulis untuk konsumsi sendiri kok, gak ada yang baca blog gue juga gak apa apa. :) *senyum miris padahal* haha.
Oia, berhubungan dengan tulis menulis lagi nih, beberapa hari yang lalu gue dapet kabar segar. Salah seorang rekan semasa kuliah ngehubungin gue untuk mengajak produksi film pendek alias short movie. Oke, sebelumnya gue pernah beberapa kali kerja sama dengan dia dalam hal produksi karya video shoot. Entah itu iklan, sketsa dan lain-lain. gue sih ngerasa klop juga selama pernah bekerja sama bareng Toni (nama temen gue itu). Tek tok nya adalah gitu antara ide gue dan ide dia. haha. Dan semalem, jangkrik (ryan), temen gue juga yang ikut diajak Toni untuk bergabung kedalam tim membuka obrolan lewat grup di aplikasi WhatsApp. Nama grupnya saat itu masih "no name production". dan pembahasan pertama yang kita bahas ya mengenai nama Production yang mau kita pake aja..
Gue, Jangkrik, Toni saling memberi ide, sebenernya sih gue ama Toni doang. Jangkrik cuma nyaut-nyautin. haha. "Matama Production aja, Ta" kata Toni di sela-sela obrolan.
"Apaan tuh Ton?" gue nanya.
"Mata Pertama. ya filosofinya kita tuh bakal menarik atensi penonton pada pandangan pertama gitu.."
"Gimana kalo pake nama yang sedikit britis... inggris gitu.. haha."
"wah.. inggris bole tuh." Jangkrik tiba menyela pembicaraan..
bla bla bla blaa....
Obrolan terus memanjang sampe akhirnya gue memberi ide beberapa nama, mulai dari First Night Production dan Blacksight Production.
Kenapa First Night? oke, ini emang sedikit ambigu sih namanya.. makna ganda. alam pertama brooo.. hahha. Tapi niat gue emang bukan mengartikannya "malam pertama" kok. Karena dalam sebuah seni pertunjukan teater, awal atau hari pertama dimana sebuah pertunjukan di gelar ya di sebutnya First Night. Awal Pertujukan. Pertujukan Perdana. Bukan malam pertama loh haha.
Dan akhirnya, Blacksight yang dipilih Toni dan Jangkrik, Blacksight itu berati Mata senapan yang siap membidik lawan. Filosofinya, kita sebagai Production House baru, siap membidik target-target (market) dari karya yang kita bikin. Ya, mudah-mudahannya itu apa adanya. amin. Jujur sih gue lebih suka nama First Night. Lebih terkesan nakal. haha. tapi ya gpp lah Blacksight.
Seneng rasanya mau memulai lagi segala kegiatan yang dulu sempet gue gila-gilain. Produksi film pendek, iklan, sketsa, klip, foto, aaahhh... itu angin seger buat gue.
Gue sih gak ngerasa itu passion gue. Apalagi gue lbh sering diposisikan sebagai scriptwriter. Nulis kan just hobi gue, bukan passion deh kyknya. Soalnya gue gak pernah merasa berbakat buat nulis. haha. Tapi gue cintaaaa dengan kegiatan yang satu ini. Kalo boleh gue urutin hal apa yang paling gue suka dari yang nomor satu sampe ke5, ini dia urutannya ;
1. Ngelukis
2. Ngegambar
3. Ngopi
4. Nulis
5. Traveliiiiiiiiiiiiiing !! :p
Dan semuanya bakal sering gue lakuin bersama kawan-kawan Blacksight Production nantinyaaaaa.... hahaha. yakin bgt dah gue! :)))