Kamis, 14 Februari 2013

Goodbye???



Gue mempertanyakan semuanya. Semua yang kemarin-kemarin gue liat dari lo. Kata cinta, rindu yang menggebu dan hasrat untuk bersama, gue merasa semuanya udah semakin abu-abu buat gue. Bullshit.
Bagaimana bisa lo menghilang gitu aja setelah lo mengungkapkan betapa lo gak bisa melupakan gue? Gue gak abis pikir itu bisa dengan mudah lo lakuin.
Ini bukan yang pertama kali lo pergi dan menghilang. Sebelumnya lo emang kerap kali melakukan itu, pergi dan menghilang, lalu kembali. Yap, itulah hobi lo, dateng dan pergi seenaknya di hidup gue. Great!
Mungkin kesalahan terbesar gue adalah selalu menerima kembali kehadiran lo yang disertai kata maaf buat gue. But, its enough for me. Untuk kali ini, gue gak akan melakukan kesalahan itu. Kepergian lo saat ini terlalu menyakitkan buat gue. Gue gak akan membiarkan lo masuk dan dateng lagi di hidup gue. Cukup!
Bukan karena gue sakit hati atas perlakuan lo, tapi lebih tepatnya adalah memang gue telah membulatkan tekat untuk tutup buku mengenai segala cerita tentang lo. The end! Gue mau bikin cerita baru. Dan bukan tentang lo lagi.
Kenapa harus tutup buku? Entahlah, gue udah cape mempertanyakan perasaan lo. Cinta??? Gue gak yakin. Hmmm... ada lagu yang pas nih sama pertanyaan gue buat lo. Lagunya slank, judulnya CINTA?

Maaf?
setelah kau sakiti, lalu bilang maaf?
Maaf?
Setelah melukai, lalu bilang maaf?
Setelah menghianati, lalu bilang maaf?
Kau gak punya otak!
Hanya itu yang bisa... kau ucapkan maaf?

Sorry?
Sesudah robek hati, cuma bilang sorry?
Sesudah darah tinggi, cuma bilang sorry?
Sesudah jantung mati, cuma bilang sorry?
Kau gak punya IQ, hanya itu yang bisa... kau ucapkan sorry?

Cinta?
Sehabis ngomong tinggi, masih bilang cinta?
Kau gak tau diri,
Gak semudah bicara kau ucapkan cinta....

Hopeeee !



A dream when  you dream alone is only a dream. A dream when  you dream together is a reality.
Sumpah pengen nangis kalo baca kalimat itu, mau tau apa alesannya? karena gue adalah orang yang punya banyak mimpi, banyaaaaak banget... banget, banget deh pokoknya. But you know, i always alone. Pengen banget rasanya mempraktekan kalimat itu, bermimpi bersama supaya mimpi itu jadi kenyataan. Cape banget mimpi sendirian.
 Tapi kenyataannya sekarang ya gue tetep sendiri. Sendiri dalam arti gue gak punya seseorang untuk mendorong gue supaya gak give up untuk meraih mimpi gue. Kadang gue ngerasa gue lagi lari marathon dilintasan melawan beberapa orang lainnya, terus lawan-lawan gue disemangatin sama keluarga dan teman-temannya yang ada dipinggir lintasan sambil meneriakan namanya.  Masing-masing punya pendukung setia dipinggir lintasan.
Dan gue? gak punya! Gue hanya terus berlari dan berlari dengan dorongan semangat dari dalam diri gue sendiri. Jatohpun gue harus bangun sendiri! Hey, you must know, i’m not strong like you think! I need someone to run with me! Seenggaknya yang  menaruh kepercayaan ke gue kalo gue itu bisa nyampe garis finish paling awal! Apa sih yang salah dari gue? I have something to make you proud! But you never believe me!
 Semuanya. Semuanya gak pernah percaya sama kemampuan gue. Sekalipun gue udah nunjukin hasil dari kerja keras gue yang menurut gue ‘wow’ tapi kayaknya itu kurang banget buat mendapatkan kepercayaan. Bahkan keluarga gue pun sering kali underistimate dengan apa yang gue lakukan. Sampe-sampe gue harus ngebangun kepercayaan diri gue sendiri lebih dari siapapun.
Gue butuh seseorang disamping gue, mendampingi gue, berlari kecil sambil menggadeng tangan gue saat gue mulai kelelahan berlari. Memeluk gue saat gue menang dan membesarkan hati gue saat gue kalah.
Kalo dari keluarga gue gak dapetin itu, gue pengen banget dapetin itu semua dari pasangan gue nanti.
Ya ampuuuun... gue jadi kepengen pacaraaaaann.. pengen punya pacar kayak yang gue sebutin diatas tadi, seseorang yang selalu ada disamping gue, mendampingi gue, berlari kecil sambil menggadeng tangan gue saat gue mulai kelelahan berlari. Memeluk gue saat gue menang dan membesarkan hati gue saat gue kalah. Plus rela berjam-jam dengerin curhat gue sambil ngusap air mata gue dengan iklas.
Gue juga pengen punya pacar yang asik diajak nonton bareng piala dunia sambil loncat-loncatan gak kenal cape. Seru-seruan di kebun binatang sampe kopral bolak-balik. Mau ngedorong gue pake troli belanjaan pas di supermarket dan hal-hal gila lainnya. Gue gak pengen cuma ngerasain serunya nonton Java Rockinland sama temen-temen gue, sedangkan pacar gue pergi kondangan sama sepupunya.
Gue pengan punya pacar kayak gitu. Pengeeeeeeeeeeeeeeeennn.

Sabtu, 02 Februari 2013

.......


Akan kemanakah angin melayang takala turun senja yang muram?
Kepada siapa lagu ku angankan?
Gelap dalam kabut
Rindu tertahan

Datanglah engkau, berbaring disisiku
Turun dan berbisik, dekati batinku
Belenggulah seluruh tubuh dan sukmaku
Ku ingin menjerit dalam pelukanmu

Sampai dimanakan berarak awan?
Bagi siapa mata ku pejamkan?
Pecah bulan dalam ombak lautan
Dahan-dahan dihati bergetaran.....

Jumat, 04 Januari 2013

Budaya sosial, haha


Rasanya saya sudah mulai muak dengan keadaan macam ini, keadaan dimana banyak manusia yang satu meremehkan manusia yang lainnya. Memang, kita sebagai seorang individu berhak menilai apapun dari individu lainnya. Saya ingat, ketika saya masih duduk di sekolah dasar, saya mengikuti banyak mata pelajaran yang memang wajib diterapkan disetiap sekolah. Dan dari semua mata pelajaran yang ada, entah itu IPA, Matematika, IPS, PPKn, olahraga dan sebagainya. Saya selalu mendapatkan penilaian dari seorang guru/wali kelas saya pada waktu itu. Mereka mengajarkan, mengkoreksi, dan lalu menilai! Itulah pekerjaan mereka. 

Kebiasaan nilai-menilai itu pun berlangsung hingga saya duduk di bangku perguruan tinggi saat ini. Mereka (para dosen pengajar), kerap kali menilai hasil dari apa yang saya kerjakan, tentunya pekerjaan yang menyangkut mata kuliah yang mereka ajarkan itu sendiri. Kadang saya mendapat nilai jelek, dan terkadang mendapatkan nilai yang bagus. Pertanyaannya adalah, pantaskah seoarang manusia yang satu menilai manusia yang lainnya?

Oke, mungkin para guru atau dosen adalah orang-orang yang dianggap pantas menilai siswa/mahasiswanya. Tapi itu jika bicara mengenai ilmu pasti. Nyatanya sekarang ini banyak ilmu non-pasti yang diterapkan sebagai objek pembelajaran, contohnya ; filsafat, design komunikasi, seni rupa, photografi dan lain-lain. Menurut saya, ilmu-ilmu diatas tidak bersifat pasti, bukan ilmu sciene! Atau lebih spesifiknya lagi dapat dikatagorikan dengan ilmu pendapat!

Kenapa saya mengatakan demikian? Jawabannya mudah saja, karena yang kebanyakan dipelajari dari ilmu-ilmu ini adalah hasil dari pendapat orang lain! padahal sudah jelas-jelas, pendapat individu yang satu dengan individu yang lain tentunya tidaklah akan selalu sama. Lalu untuk apa para guru atau dosen memberi penilaian untuk pendapat siswa yang satu dengan siswa yang lainnya? Berhak kah mereka menilai sebuah pendapat dari ideologi-ideologi yang berbeda? Saya rasa anda tau jawabannya!
Yap, terlepas dari nilai-menilai secara konteks pelajaran/mata kuliah, kini pun kehidupan sosialisasi kerap kali diwarnai saling menilai antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Entah itu buruk maupun baik, pro atau kontra, atau pun jelek maupun bagus. Semua komentar/pendapat bebas melayang begitu saja dari mulut-mulut setiap individu. 

Begitu pula penilaian orang lain terhadap saya. Banyak komentar/pendapat orang lain yang tertuju untuk saya selama saya hidup dalam dunia sosial, baik atau buruk, semua kerap kali saya dengar. Sebenarnya apa yang diinginkan para komentator-komentator ulung tersebut? Saya mulai berpikir bahwa mereka adalah jenius yang kurang memiliki objek penelaah, hingga pada akhirnya mereka memilih untuk menelaah siapa saja yang ada disekitarnya. Termasuk saya. Ironi bukan? Haha.

Ada untung ada rugi, ya, begitulah kehidupan berjalan. Itu juga hal yang timbul dari adanya para komentator-komentator dikehidupan yang saya jalani. Terkadang saya butuh untuk mendengarkan segala argument mereka, namun sekali waktu saya harus tutup kuping rapat-rapat atas pendapat yang sekiranya menggoyahkan idealisme dan prinsip yang saya genggam dengan teguh. Siapa yang rela terdoktrin?? Hahaha. *dunia ego sedang menguasai alam pikir saya. 

Oke, memang budaya ini tidak bisa dihapuskan dari muka bumi. Terlebih mengeluarkan pendapat dan menilai sesuatu adalah hak setiap individu. Pertanyaannya adalah, pantaskan manusia yang satu menilai manusia yang lainnya??? Hehe.. Think lagi yuuukk J

New Year???


This is not best moment, this is just a little moment yang gak harus gue rayain. Yups, itulah tahun baru masehi menurut gue, pergantian waktu dalam jangka tahunan yang ‘hanya’ menambahkan satu angka pada jumlah tahun sebelumnya. Aduh, ngerti gak maksud gue? bahasa gue berantakan gitu. Hehe. Maksud gue adalah tahun baru hanyalah sebutan untuk metode penghitungan angka per 365harinya. Misal, sekarang adalah tahun 2012, maka tahun baru yang akan datang adalah 2013 terhitung dari 1 Januari 2013, dan 1 januari 2014 adalah tahu baru dari 1 Januari 2013. Haha. bingung ya? Sama gue juga.
At lease, terlepas dari itu semua, pada dasarnya gue cuma menekankan bahwa menurut gue gak ada yang sebegitu spesialnya di ‘tahun baru’ itu. hmm.. biasa aja gtu... just a little moment in my life, but can be a best part in time. Haha. i don’t know what i say. Seriously.
Lalu kenapa sebagian besar orang di muka bumi merayakan pergantian tahun ini?? Jawabannya simple kok, karena hari pertama di tahun baru itu adalah hari libur! Haha. Siapa sih orang didunia ini yang tidak senang dengan kata-kata L.I.B.U.R = HOLIDAY. If you want to healt for 30 days, you must holiday for 4 days, Yups, you can say ‘I LOVE SUNDAY’. But isn’t Sunday, it is New Year!!! Hahaha.
*Lama-lama koplak nih gue nulis ini.

Makanya gue terkadang terheran-heran dengan antusiasme yang berlebihan atas datangnya tahu baru. Apakah sekarang sudah semakin sedikit alasan seseorang untuk mengadakan pesta? Sampe-sampe pengen party aja harus nunggu momen sekecil tahun baru dulu. Atau apakah harus ada perayaan atas moment kecil tersebut. Jika ada, mungkin harus di perhitungkan proporsinya. Hmmm.. Think.

Buat gue, hal yang harus dirayakan dalam hidup gue adalah hal bersejarah yang gue cetak atas kerja keras otak dan fisik gue, jiwa dan raga, lahir dan batin. Bukan merayakan moment/hari yang emang akan tiba tanpa ada campur tangan dari gue. kecuali moment itu memang ada maknanya dihidup gue, misalnya ulang tahun. Ya walaupun gue juga bukan tipikal orang yang gemar ngerayain ulang tahu sih.
Sebenernya sih cukup lakukan satu hal aja atas tibanya ‘little moment’ itu sendiri. Yaitu bersyukur. Just it. Gak perlu ada perayaan berlebihan kok. Ngapain??  Hahaha
*sebenernya gue nulis apa sih?

Oke, penutupan deh. Happy New Year 2013... hahaha.
*langsungmikirgalaubadai.

Rabu, 19 Desember 2012

ARTEST




Tugas Akhir sesi ke 2. hahaha. Ngenes juga sih ketika temen-temen seangkatan sudang mengupload foto-foto wisudanya, gue malah masih sibuk ngurus Tugas Akhir yang gue ulang ini.
Kenapa sih kemaren kagak gue kelarin aja tuh tugas ? biar gak pake ngulang gini! kan bete juga mondar-mandir sendirian. huh. nyesel juga sih dikit. Tapi toh itu jalan yang gue putusin sendiri. Sejak kapan seorang Ita menyerah atas keputusan yang diambilnya??? GAK BOLEH!
Jalan gue selama ini juga lurus-lurus aja, masiih bisa gue lewatin, alhamdulilah. So, gak ada alasan buat nyerah. Termasuk alasan percintaan gue yang semakin MEMBUSUK! hahaha.
Tenang, 2013 gue bakal pake tuh toga kok, Insyaallah. Amin

Oia, satu lagi yang harus di garis bawahi.
Toga bukan simbol kesuksesan!
Gak boleh berpaku sama tujuan itu.
Inget Ta, elo fighter... jalani proses,proses, proses dan proses..! PROSES TIDAK PERNAH SELESAI! KETIKA ELO SAMPAI PADA SATU TUJUAN, BERSIAPLAH MENUJU TUJUAN LAINNYA!
*Hahahaha. membara banget gue nulisnya.