Minggu, 22 Januari 2012

Bicara Pada Kawan


Hei, kawan!
Kau tau Indonesia?
Tau tidak?!
Kenapa menggeleng??
Kau tidak tau??
Ya Tuhan, bagaimana kalau Bali?
Nah iya, Pulau Dewata!
Itu kau tau…
Bali itu bagian dari Indonesia, Kawan!
Ah, bagaimana kau ini.
Otakmu sedikit sekali!
Sini, kemari!
Aku akan member tahumu banyak hal tentang Indonesia.
Dengar baik-baik kawan..

Indonesia itu Negaraku!
Negara yang lucu
Negara yang hobi mentertawakan diri sendiri
Hobi menjelek-jelekan diri sendiri

Indonesia itu Negara kecintaanku, Kawan!
Negara yang lucu
Tempatnya kepadatan, macet, rumit
Dinegaraku ini rakyat adalah Rajanya

Demokrasi??
Iya, jelas sekali Indonesiaku itu Negara demokrasi
Negara demokrasi yang sering demonstrasi!
Negaraku ini lucu kan, kawan?

Rajanya itu begitu baik pada wakilnya
Raja  rela kemacetan, wakil jalan tanpa hambatan
Belom lagi dikawal beberapa prajurit yang di gaji Raja
Tapi sekali lagi, Rajanya rela-rela saja
Tak ada yang melindungi!
Bernaungpun dibawah langit
Matipun tanpa dibawa kerumah sakit

Alih-alih wakil bakal melindungi Raja, tapi bohong!
Rajanya dibodohi terus
Lucu kan? Tertawalah!
Eh, kau tau tidak sedang bicara dengan siapa?
Kau tau aku? aku rakyat Indonesia, Kawan!
Aku Rajanya!
Mari, kemari sebentar!
Aku ingin memberitahumu sesuatu
Ini rahasia..
“SEBENARNYA AKU TAK PERNAH RELA DIWAKILI, AKU INGIN MEMECAT SEMUA WAKILKU, DAN MEMBAKAR ISTANA ITU!”
Dengar!!
Ini rahasia, Kawan!!

Jakarta, in Theatre Class
22 Januari 2012

Sajak Rindu


Ketika kau menarikan penamu di lembaran putih
Disaat itulah kau bernyanyi
Mendendangkan suara hati dan isi otakmu
Marah, duka, kecewa, rindu, kisah hidup, asmara dan wanita adalah ibu dari setiap goresanmu
Kau tuangkan semua dengan liar!
Pandanganmu akan hidup sungguh luar biasa
Aku rindu kamu
Aku ingin berbincang denganmu
Aku ingin melihat kau murka
Aku ingin melihat kau menuangkan rasa
Aku ingin melihatmu!
Bukan gambarmu di kertas atau dilayar kaca yang semakin bodoh itu!

Apa daya,
kau hanya meninggalkan ratusan sajak luar biasa yang malah hanya membuatku tambah rindu
Rendra, tulang punggungku sakit terlalu lama duduk memandangmu dilayar komputerku
Tapi aku tak mau beranjak!
Aku masih rindu kamu, Rendra!
Kemarilah, datanglah..
Dan beri aku satu atau dua sajak lagi.
           
                                                                                    Teruntuk W. S. Rendra
                                                                                    Jakarta, 4 januari 2012

Perjanjian kontrak kerjasama


PASAL PERJANJIAN KONTRAK

PASAL 1           : Hubungan kerja sama

a.      Klien bersedia bekerjasanma dalam hal apapun dengan Team Eight
b.      Klien mengerti betul isi dari proposal pengajuan dari Team Eight
c.       Team Eight bertanggung jawab penuh atas segala teknis yang berhubungab dengan pengerjaan buku tahunan
d.      Pihak klien dan Team Eight sepakat saling menjaga nama baik

PASAL 2           : Ketentuan pembayaran

a.      Pembayaran biaya produksi dilakukan melalui ATM atau secara cash pada pihak Team Eight
b.      Uang muka sebanyak 30% dari total keseluruhan biaya
c.       Pembayaran uang muka dilakukan maksimal pada waktu 1 bulan setelah penandatanganan surat kontrak kerjasama
d.      Pembayaran untuk pelunasan dilakukan tepat setelah Team Eight mendistribusikan hasil produksi pada pihak klien
e.      Biaya-biaya yang telah dibayarkan pada pihak Team Eight tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun
f.        Kesalahan yang dilakukan pada saat pembayaran tidak sesuai dengan prosedur dan mengakibatkan kesalahan pada proses pembayaran bukan menjadi tanggung jawab Team Eight
g.      Menyimpan tiap bukti pembayaran sebagai arsip pribadi
h.      Menunjukan bukti pembayaran asli guna validasi data pembayaran jika diperlukan

PASAL 3           : Dokumen dan arsip

a.      Dokumen dank lien berupa foto, video dan lain-lain berhak menjadi arsip Team Eight
b.      Team Eight sangat bertanggung jawab atas segala dokumen klien agar tidak disalahgunakan siapapun
c.       Pihak klien tidak dapat mengatasnamakan segala produk yang dihasilkan Team Eight sebagai karya pihak klien

PASAL 4           : Sanksi

a.      Pembayaran uang muka yang melewati batas waktu yang sudah ditentukan dikenakan denda sebanyak 10% dari total uang muka
b.      Jika tidak melunasi pembayaran sesuai waktu yang sudah ditentukan dikenalkan biaya denda 10% dari biaya keseluruhan produksi


      Pihak 1                                                                                                             Pihak 2



(                       )                                                                                               (                       ) 

Menyatakan telah membaca dan mengerti betul isi pasal-pasal perjanjian diatas. Dan menyetujui memenuhi kewajiban yang ditetapkan dalam pasal-pasal tersebut diatas.

Surat kontrak kerjasama Buku Tahunan


SURAT KONTRAK

No        : 01/I/kntk/012012
Lamp   : 1
Hal       : Pernyataan kontrak kerjasama

Sesuai ketentuan yang telah diatur dalam pasal perjanjian tentang kerjasama kedua belah pihak, bahwa kami selaku pihak 1 (Team Eight) dan pihak 2 (SMA 59) menyatakan siap bekerjasama secara solid dan bertanggung jawab dalam pembuatan buku tahunan bagi SMA N 59.
Adapun kontrak kerjasama ini berlaku hingga segala pengerjaan mengenai buku tahunan SMA N 59 angkatan 2011-2012 selesai dan diserahakan pada pihak klien, tentunya dengan syarat-syarat tertentu yang sudah disetujui keduan belah pihak dengan penuh kesadaran dan tidak dipaksa oleh atau dari pihak manapun.
Kami yang bertanda tangan dibawah ini

Pihak 1 (Team Eight)                                                                          Pihak 2 (SMA N 59)



Menyatakan telah menyutujui kontrak kerjasama satu sama lain dengan penuh rasa tanggung dan hubungan baik.

JATI


Jati diri itu bukan sebotol Vodca
Bukan selinting ganja
Bukan pula selumur bekas luka
Jati diri adalah mencairnya otak
Perihnya tumit menapak

Jati diri itu bertahan hidup
Jati diri di Jatinegara
Jati diri di Jati Asih
Jati diri di Jati Bening
Jati diri di Jati Kramat
Jati diri di Jatinangor

Ditemani segelintir benda dari jati aku mencari jatiku
Ditemani arak murahan aku melupakan jatiku
Nanar jatiku tenggelam saat itu
Aku penakut
Mentalku mengkerut
Saking takutnya, aku takut berdiri di depan cermin

Jatiku lemah
Tolol
Tapi banyak mau!

                                                                                                Cimacan, 9 Januari 2012

Aku Tolol


Seteguk alkohol 40% membangunkanku dari semua mimpi
Pipiku seperti tertampar realita yang tidak realistis
Aku terpejam menikmati
Merasakan semuanya naik ke atas kepala
Terkumpul di otakku yang sempit
Aku masih bisa berpikir, malah lebih hebat dari biasanya
Aku sadar, aku tak mabuk
Hanya sedikit pusing dan nyeri dibagian belakang tempurung otakku
Tapi sekali lagi aku menikmati
Saat menyadari ketololan, menyadari kenyataan, lalu tertawa atas diri sendiri
Aku iri dengan orang lain
Tapi aku tak mau jadi orang lain
Aku adalah aku
Terang aku, gelap pun aku
Aku adalah aku
Dan kamu juga aku

                                                                        Jakarta, 20 January 2012

Jumat, 20 Januari 2012

KAMI


Masih adakah tempat untuk kami?
Kami orang-orang pinggiran!
Tentu tak ada
Kalau ada bukan orang pinggiran namanya!
Orang-orang pinggiran?
Tentu saja orang-orang tersisih! Kehabisan tempat di Negerinya sendiri
Terlupa oleh pemimpinnya
Bukan, bukan terlupa
Tapi DILUPAKAN!!
Hak kami sebagai warganegara terampas!
Status kewarganegaraan kami cuma bualan para petinggi saat kampanye!
Lalu masih adakah keadilan di Negeri ini?
Pendidikannya, politiknya, orang-orangnya…
Kami muda! Penuh ambisi!
Lalu kenapa terbengkalai?
Setidaknya biarkan kami menikmati pendidikan tanpa harus memikirkan harga buku dan uang gedung yang semakin tak terjangkau!
Masih adakah orang seperti R. A. Katini??
Orang golongan atas yang memikirkan nasib sesamanya yang berbeda status
Atau masih adakah orang seperti Ki Hajar Dewantara??
Yang memikirkan masa depan penerus-penerusnya dengan dedikasi
Masih! Masih ada!
Tapi mereka tak didengar!
Mereka kurang pasukan!
Mereka kehabisan akal!
Mereka itu, KAMI!

                                                                        Cimacan, 10 Januari 2012

Puisi ini gue bacain saat prosesi api unggun sewaktu adver camp di Cimacan, Cipanas, Indonesia. Gak nyangka aja gue PD bacanya, padahal gue bikinnya ngasal. haha