Minggu, 22 Januari 2012

Surat kontrak kerjasama Buku Tahunan


SURAT KONTRAK

No        : 01/I/kntk/012012
Lamp   : 1
Hal       : Pernyataan kontrak kerjasama

Sesuai ketentuan yang telah diatur dalam pasal perjanjian tentang kerjasama kedua belah pihak, bahwa kami selaku pihak 1 (Team Eight) dan pihak 2 (SMA 59) menyatakan siap bekerjasama secara solid dan bertanggung jawab dalam pembuatan buku tahunan bagi SMA N 59.
Adapun kontrak kerjasama ini berlaku hingga segala pengerjaan mengenai buku tahunan SMA N 59 angkatan 2011-2012 selesai dan diserahakan pada pihak klien, tentunya dengan syarat-syarat tertentu yang sudah disetujui keduan belah pihak dengan penuh kesadaran dan tidak dipaksa oleh atau dari pihak manapun.
Kami yang bertanda tangan dibawah ini

Pihak 1 (Team Eight)                                                                          Pihak 2 (SMA N 59)



Menyatakan telah menyutujui kontrak kerjasama satu sama lain dengan penuh rasa tanggung dan hubungan baik.

JATI


Jati diri itu bukan sebotol Vodca
Bukan selinting ganja
Bukan pula selumur bekas luka
Jati diri adalah mencairnya otak
Perihnya tumit menapak

Jati diri itu bertahan hidup
Jati diri di Jatinegara
Jati diri di Jati Asih
Jati diri di Jati Bening
Jati diri di Jati Kramat
Jati diri di Jatinangor

Ditemani segelintir benda dari jati aku mencari jatiku
Ditemani arak murahan aku melupakan jatiku
Nanar jatiku tenggelam saat itu
Aku penakut
Mentalku mengkerut
Saking takutnya, aku takut berdiri di depan cermin

Jatiku lemah
Tolol
Tapi banyak mau!

                                                                                                Cimacan, 9 Januari 2012

Aku Tolol


Seteguk alkohol 40% membangunkanku dari semua mimpi
Pipiku seperti tertampar realita yang tidak realistis
Aku terpejam menikmati
Merasakan semuanya naik ke atas kepala
Terkumpul di otakku yang sempit
Aku masih bisa berpikir, malah lebih hebat dari biasanya
Aku sadar, aku tak mabuk
Hanya sedikit pusing dan nyeri dibagian belakang tempurung otakku
Tapi sekali lagi aku menikmati
Saat menyadari ketololan, menyadari kenyataan, lalu tertawa atas diri sendiri
Aku iri dengan orang lain
Tapi aku tak mau jadi orang lain
Aku adalah aku
Terang aku, gelap pun aku
Aku adalah aku
Dan kamu juga aku

                                                                        Jakarta, 20 January 2012

Jumat, 20 Januari 2012

KAMI


Masih adakah tempat untuk kami?
Kami orang-orang pinggiran!
Tentu tak ada
Kalau ada bukan orang pinggiran namanya!
Orang-orang pinggiran?
Tentu saja orang-orang tersisih! Kehabisan tempat di Negerinya sendiri
Terlupa oleh pemimpinnya
Bukan, bukan terlupa
Tapi DILUPAKAN!!
Hak kami sebagai warganegara terampas!
Status kewarganegaraan kami cuma bualan para petinggi saat kampanye!
Lalu masih adakah keadilan di Negeri ini?
Pendidikannya, politiknya, orang-orangnya…
Kami muda! Penuh ambisi!
Lalu kenapa terbengkalai?
Setidaknya biarkan kami menikmati pendidikan tanpa harus memikirkan harga buku dan uang gedung yang semakin tak terjangkau!
Masih adakah orang seperti R. A. Katini??
Orang golongan atas yang memikirkan nasib sesamanya yang berbeda status
Atau masih adakah orang seperti Ki Hajar Dewantara??
Yang memikirkan masa depan penerus-penerusnya dengan dedikasi
Masih! Masih ada!
Tapi mereka tak didengar!
Mereka kurang pasukan!
Mereka kehabisan akal!
Mereka itu, KAMI!

                                                                        Cimacan, 10 Januari 2012

Puisi ini gue bacain saat prosesi api unggun sewaktu adver camp di Cimacan, Cipanas, Indonesia. Gak nyangka aja gue PD bacanya, padahal gue bikinnya ngasal. haha

Minggu, 25 Desember 2011

Potret Negeriku yang Mengerikan

Lama kelamaan aku muak memandangi kerumunan itu
Aku mendengar suara genjrengan gitar dari tempat itu
Tempat yang biasa dijadikan sebagai tempat tidur oleh para gelandangan, para pengamen, dan orang orang pinggiran lainnya
Itu semua melampaui fisik
Aku melihat status kewarganegaraan mereka seperti telah dirampas
Dirampas dengan paksa
Mereka sulit menikmati kota
Sebab setiap hari dipaksa bekerja untuk meyakinkan apakah hari ini makan atau tidak
Tidak ada jaminan fasilitas yang disediakan negara ini untuk warganegaranya
TIDAK ADA !
ahhh, INIKAH NEGERI KITA? atau KITAKAH NEGERI INI?
Entah berapa umur anak ini, yang jelas bukan umur dimana mereka harus kerja keras untuk mencari uang
Pak SBY!! Ini Rakyatmu Pak !!
Lihat tangis mereka!! LIHAT! Hei para petinggi, Kelak apa yang meraka derita akan engkau rasakan diakherat nanti !!

Kamis, 08 Desember 2011

Mahasiswi, Orkes Rock Pribumi, dan Presiden

Kamar gue yang berantakan sekarang menggambarkan banget pikiran gue yang lagi semerawut. Gue perhatiin lagi setiap sudut kamar gue, buku-buku bergeletakan dimana-mana, lembaran-lembaran koran Kompas langganan gue tiap hari berhamburan di seluruh lantai kamar, tempat tidur udah gak karuan tataannya, plus potongan-potongan krayon yang berserakan di atas meja belajar gue, beberapa bahkan ada yang terjatuh ke lantai. berantakan banget! Berantakan kayak pikiran gue!

Gue nggak lagi galau, nggak! Tapi emang hampir tiap malem gue laluin dengan memikirkan banyak hal, dan akhir dari apa yang gue pikirkan itu adalah terciptanya 'sesuatu', baik itu berupa gambar, lukisan, atau tulisan. Tapi 'sesuatu' itu gak lahir malem ini. Gue cuma terus asik berpikir, menerawang dan membayangkan. Gue gak cuma fokus sama satu waktu, satu masalah, dan satu cerita. Tapi semua dimensi-dimensi itu bergabung ke banyak arah, ke banyak perkara. Mulai dari perkara gue di masa lalu, saat ini, dan perkara yang mungkin ada di masa depan gue nanti. Awalnya sih pikiran gue berjalan lurus, tapi ketika sampai di klimaks perkara yang saat ini gue hadapi, pikiran gue jadi bercabang. Dan setiap cabang-cabang itu buntu! Pikiran gue panik! Panik banget cari jalan keluar pemecahan masalah yang gue hadapi ini! Dan bertambah panik lagi ketika gue menyadari bahwa jalan keluar itu adalah awal dari masa depan gue! Oh God, I'm stuck!

Jadi, masih sebegitu semukah kehidupan gue didepan?? Ini buntu! cuma ada celah kecil di depan gue, dan itu juga nggak cukup buat gue meninjau ke depan untuk mencari jalan. Lalu bagaimana dengan planing-planing gue yang udah gue susun rapi?? percumakah? Gue takut planing gue berantakan!
Astagfirullah,, santai, Ta . santai...
Berpikir positif dong..!
Tarik napas,, dan susun strategi biar nemuin jalan keluar. Flash back ke masa-masa sulit sebelum ini.
"Lo bisa kan ngelaluinnya?? Dan sekarang pasti bisa lagi kok!!" kata tokoh Ita.
Pelan-pelan gue apus sugesti yang berbau kegagalan! yang bikin buntu itu sebenernya cuma sugesti negatif gue, sekarang gue harus bangun sugesti yang lebih positif.
Gue bangun dari tempat gue duduk tadi, dan memutar lagu-lagu dari album band favorit gue untuk menemani gue terus membangun sugesti positif, Orkes Rock Pribumi nama band itu. Band beraliran Rock n' Roll (menurut pandangan gue) yang jernih tapi variatif. Sebenernya lirik dari lagu-lagu ORP nggak bersifat memotivasi bagi pendengarnya, mereka lebih banyak mengkritik pemerintahan Indonesia saat ini. Mulai dari menyindir pejabat-pejabat negara yang korup, sistem pendidikan yang bobrok, keadilan yang udah lama molor, dll.
Tapi lewat aransemen musiknya yang fresh, cukup membuat otak gue ikutan seger. Otak seger tapi hati panas! Loh? Kenapa hati gue jadi panas?? haha. Ya jelas panas banget lah, lirik-lirik dari ORP ini bikin gue gerah sama pemerintah yang kayak lintah!! Semua lirik ORP berdasarkan fakta!
Ya Allah, gue baru sadar. Ternyara dasar yang membuat pikiran gue semerawut dari tadi tuh ya akibat dari gagalnya sistem pemerintahan Indonesia di masa ini.
Bangsat! kenapa sih gue harus jadi warga negara Indonesia?? Ops, gue salah! Gue bangga banget kok jadi warga negara Indonesia. Tapi sumpah gue jijik dan malu banget Indonesia harus punya pemerintahan yang bobrok kayak sekarang ini. SBY tolol! kenapa sih pejabat-pejabat negara se'KAYA Indonesia harus mereka-mereka yang tolol?? Tolol dan serakah! kenapa?
Astagrirullah,,, Otak gue udah fresh tapi hati gue panas, jadi dengki gini gue. haha.
Gara-gara ORP nih.. haha. Eh, bukan, bukan. Tapi gara-gara SBY.